Jatim Perkuat Layanan Publik Adaptif Lewat Pelatihan AI

Liputan Cyber || Jawa Timur

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat transformasi digital di sektor pemerintahan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satu langkahnya adalah pelatihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bertajuk Garuda AI, yang digelar bersama PT Lentera Bangsa Benderang dan Universitas Airlangga di Surabaya, Rabu (22/4/2026).

 

Pelatihan ini bertujuan menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, akurat, dan responsif di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Pemanfaatan AI dinilai sebagai kunci untuk meningkatkan efisiensi birokrasi sekaligus kualitas pelayanan masyarakat.

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan konsep Agentic AI, yakni sistem kecerdasan buatan yang mampu bekerja secara otonom berbasis tujuan. Teknologi ini dirancang untuk mendukung proses pengambilan keputusan dengan intervensi manusia yang minimal, sehingga dinilai relevan untuk diterapkan dalam sistem pemerintahan modern.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peningkatan kapasitas digital menjadi fokus penting dalam percepatan transformasi digital di Jawa Timur. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan tersebut.

 

“Kami berusaha meningkatkan kapasitas digital melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Kementerian Komunikasi dan Digital RI, perguruan tinggi, dan pegiat literasi digital. Kolaborasi ini penting untuk mempercepat transformasi digital pada layanan publik,” ujarnya.

 

Sementara itu, Direktur AI Skills Microsoft Elevate Indonesia, Arief Suseno, menyampaikan bahwa perkembangan AI berlangsung sangat cepat dan perlu segera direspons oleh pemerintah daerah.

 

Ia menekankan bahwa teknologi AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia, melainkan membantu menyelesaikan pekerjaan yang bersifat repetitif. Dengan demikian, aparatur pemerintah dapat lebih fokus pada tugas strategis serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

 

“Kecerdasan artifisial berkembang sangat cepat dan perlu segera diadaptasi oleh pemerintah daerah. AI bukan untuk menggantikan manusia, melainkan membantu pekerjaan yang bersifat repetitif sehingga aparatur dapat lebih fokus pada tugas strategis dan pelayanan publik,” katanya.

 

Melalui pelatihan ini, diharapkan pemanfaatan AI di lingkungan pemerintahan semakin optimal, sekaligus mendorong terciptanya birokrasi yang lebih adaptif dan inovatif. Selain itu, sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor teknologi diharapkan mampu mempercepat transformasi digital daerah serta memperkuat daya saing sumber daya manusia di Jawa Timur. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Hiswana Migas Jatim Jamin Distribusi LPG Stabil, Minta Masyarakat Tetap Tenang

Kam Apr 23 , 2026
Liputan Cyber || Surabaya Menanggapi isu potensial kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas LPG di tengah dinamika global, Sekretaris DPD V Hiswana Migas Jawa Timur, Tri Prakoso, menegaskan bahwa distribusi LPG bersubsidi tetap berjalan dengan pengawasan ketat. Meskipun dalam beberapa hari terakhir terjadi penyesuaian pasokan, ia menjamin kondisi […]