Menggunakan Nama PT. Bogasari, Sami’un & Komplotan Tipu Pengusaha Besi Tua, Begini Kronologisnya

Liputan Cyber || Surabaya

 

Terkait kasus penipuan disertai penggelapan DP pembelian besi tua yang menimpa M. Haris / H. Choirul Anam warga Bulak Banteng Flamboyan Surabaya akan berbuntut panjang.

 

Pasalnya, pelaku H. Sami’un bersama komplotannya dalam melakukan penawaran waktu pertama kali menerangkan kepada korban mengatas namakan PT. Bogasari yang tidak lain perusahaan mantan wakil presiden Yusuf Kala.

 

Menurut korban, waktu pertama kali sebelum terjadi aksi penipuan, salah satu pelaku Ahmad Suhartono yang juga ikut dilaporkan mendatangi rumah korban dengan tujuan menawarkan.

 

“Waktu itu, Ahmad Suhartono datang ke rumah saya menawarkan besi tua dari PT. Bogasari Surabaya,” kata korban M. Haris / H. Choirul Anam kepada wartawan.

 

Setelah saya menyetujui, lanjutnya, keesokan harinya saya ke lokasi PT. Bogasari bersama Ahmad Suhartono dengan tujuan untuk melihat barang.

 

“Sesampainya dilokasi, saya ditemui Robby anak dari H. Sami’un dan menjelaskan barang yang akan dijual. Dan disana ada kayu dan besi tua yang merupakan sampah PT. Bogasari,” jelasnya.

 

Masih kata korban, awalnya saya hanya tertarik dengan besinya saja, soalnya, perkara kayu tidak pernah berbisnis. Namun oleh Robby tidak boleh karena merupakan 1 paket.

 

“Oleh karena itu, saya menyetujui pengambilan kayu dan besi tua. Dan untuk kayunya saya DP.10.000.000 (sepuluh juta). Sedangkan untuk besi-nya karena diel dengan harga per-kilo gramnya 6500, saya DP 65.000.000 (enam puluh lima juta rupiah) dengan janji 3 hari setelahnya akan dimuat,” terangnya.

 

Akan tetapi, sambung korban, ditunggu hingga sampai 1 Minggu barang tidak di muat sesuai yang sudah dijanjikan. Akhirnya, saya datangi pelaku H. Sami’un ke lokasi PT. Bogasari dan mempertanyakan kapan barangnya akan di muat.

 

“Sesampainya dilokasi, pelaku hanya beralasan saja lagi. Dan berdasarkan cerita yang saya terima, pelaku memang sering melakukan penipuan uang DP barang di PT. Bogasari, tapi tidak ada yang berani melaporkan,” ungkapnya.

 

Setelah mendapatkan keterangan dari korban, awak media mencoba melakukan konfirmasi ke PT. Bogasari untuk menanyakan status pelaku di peruhaan milik mantan wakil presiden RI tersebut, kata pihak Scurity PT. Bogasari, pihak management perusahaan tidak ada yang bisa nemui wartawan dengan alasan sedang ada rapat. (Redaksi).

 

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kapolsek Tambaksari Pimpin Giat Patroli Sambang Warga di Jl. Mundu Surabaya

Jum Des 8 , 2023
Liputan Cyeber || Surabaya   Kapolsek Tambaksari Kompol Ari Bayuaji.,S.E.S.I.K.,M.Si melaksanakan Giat Patroli Sambang ke Warga di Jl. Mundu Surabaya Kecamatan Tambaksari Surabaya serta berkoordinasi masalah kamtibmas, Jum’at (08/12/2023).   Kapolsek Tambaksari Kompol Ari Bayuaji.,S.E.,S.I.K.,M.Si melaksanakan Patroli Sambang ke Warga tepatnya di Jl. Mundu Surabaya untuk memberikan edukasi dan koordinasi […]