Karangan Bibit Tanaman untuk Guru Besar Unair

Liputan Cyber || Jatim

Universitas Airlangga (Unair) terus meneguhkan komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan. Sejak terselenggaranya pengukuhan guru besar, Unair memulai kebijakan penggantian papan bunga konvensional dengan karangan bibit tanaman sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.

 

Inisiasi tersebut disampaikan langsung oleh Rektor Unair, Prof Dr Mohammad Nasih MT Ak CA dalam sambutannya di hadapan para guru besar baru dan civitas academica. Ia menegaskan bahwa budaya membawa papan bunga sebagai ucapan selamat kini mulai ditinggalkan demi menjaga keberlanjutan ekosistem kampus. Pihaknya menyatakan bahwa pengiriman karangan bunga ke lingkungan Unair resmi tidak diperkenankan lagi.

 

“Mulai dari hari ini pengiriman karangan bunga tidak diperkenankan lagi di Unair. Kalau mau kirim ke fakultas silakan, tapi catatannya harus mau membersihkan sendiri. Kalau tidak, agak susah, karena mikroplastik dari karangan bunga itu berdampak pada kita semua,” ungkap Prof Nasih, dalam rilis Unair, Selasa(6/5/2025).

 

Sebagai alternatif, ia mendorong agar papan bunga ucapan selamat terwujud dalam bentuk karangan bibit tanaman. Bibit tersebut bisa berupa tanaman produktif seperti durian atau anggur, beserta nama pemberi. Prof Nasih menilai, langkah tersebut lebih bermanfaat dan berkelanjutan, sekaligus sebagai simbol penghargaan yang bisa tertanam dan terkenang dalam jangka panjang.

 

“Kita masih punya banyak lahan untuk kita tanami pohon. Jadi mulai minggu depan, karangan ucapan selamat kepada guru besar cukup dengan bibit pohon saja. Ini sangat cukup, dan menjadi bentuk penghargaan yang bermakna,” tambahnya.

 

Inisiatif ini sejalan dengan visi Unair dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, langkah ini mendukung SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 13 tentang aksi terhadap perubahan iklim, serta SDG 15 mengenai pelestarian kehidupan di darat.

 

Lebih jauh, kebijakan ini juga mendukung indikator penilaian dalam UI GreenMetric World University Rankings. Khususnya pada aspek pengelolaan limbah, peningkatan ruang hijau, dan integrasi pendidikan lingkungan dalam kegiatan akademik.

 

Melalui pengukuhan guru besar yang dikemas ramah lingkungan ini, Unair tidak hanya merayakan prestasi akademik. Tetapi juga memberi pesan kuat bahwa intelektualitas dan kepedulian terhadap bumi harus berjalan beriringan.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ini Dia Beragam Inovasi Pendidikan yang Diciptakan Pemkab Lamongan

Rab Mei 7 , 2025
Liputan Cyber || Lamongan Jatim Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menciptakan beberapa inovasi untuk menjawab tantangan, di antaranya Gerakan Paduraksa atau gerakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara komprehensif, inklusif, holistik, dan berkelanjutan. Gerakan ini mencakup empat kegiatan utama: Sekolah Ramah Anak, Akreditasi Perpustakaan, Sekolah Sehat, dan Adiwiyata Sekolah.   Kota Soto […]