Liputan Cyber || Surabaya

Seorang pria bernama Yudi Setiawan, warga Kapas Madya Gang 1 B Surabaya, mengalami luka bakar dan cedera di tangannya setelah terjadi ledakan tabung gas LPG di rumahnya pada Selasa (01/04/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Saat ini, Yudi Setiawan masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Dr. Soewandi Surabaya.
Menurut keterangan Yudi kepada wartawan, saat kejadian ia baru pulang kerja dan diminta untuk memperbaiki tabung LPG yang sedang mengeluarkan suara “ngowos”.
“Setelah regulator dicabut, tabung langsung mengeluarkan asap putih. Ketika saya hendak membuka puntung agar bau bisa keluar, tiba-tiba meledak dan mengeluarkan api yang membakar saya serta keluar dari rumah,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu tetangga yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sebelum tabung meledak, ibu dari korban datang ke rumahnya sambil menggendong cucunya.
“Ibunya bilang keluar rumah karena tercium bau gas LPG yang ngowos dari dalam rumahnya,” terang warga setempat tersebut.
Ibu korban juga menceritakan bahwa tabung LPG yang digunakan baru saja dibeli dari tetangga sebelah dan dirinya sempat merasa curiga dengan produk yang dijual tersebut.
“Saya pernah membeli LPG dari tetangga itu, tapi tidak pernah lagi karena cepat habis dan sering ngowos,” jelasnya.
Tetangga tersebut mengaku sudah lama curiga dengan asal-usul gas yang dijual oleh tetangganya, mengingat harganya sangat murah yaitu hanya Rp18.000 per tabung.
“Saya pernah bertanya dari mana sumber gasnya, mereka bilang didapat dari tempat kerja di Pertamina sebagai pengganti uang makan,” tambahnya.
“Dulu hanya ada 3 tabung yang dijual, tapi sekarang sudah banyak beredar bahkan sudah menjadi tengkulak. Menurut saya sangat berbahaya karena sering terjadi masalah seperti ngowos,” pungkasnya.
Sedangkan tetangga korban penjual LPG tersebut, usai kejadian, rumahnya selalu tertutup. Sementara korban sudah di rujuk dari RS Dr. Soewandi ke RS Asrama Haji. (Sumbri)

