Oknum Perwira Polres Pelabuhan Tanjung Perak Tantang Wartawan untuk Diberitakan, Sambil Menunjuk Wajah

Liputan Cyber || Surabaya

Inilah wajah Ipda Muhammad Khalifah Nasif, seorang perwira Polri yang menantang wartawan untuk mempublikasikan wajahnya dalam berita. Oknum tersebut dikabarkan merupakan putra seorang pengusaha batu bara dan bahkan mengaku sebagai “penguasa Surabaya”.

 

Perwira muda ini menunjukkan sikap arogan tanpa menghiraukan citra kepolisian, seolah-olah Polri adalah organisasi yang dapat diperlakukan semena-mena.

 

Ipda Muhammad Khalifah Nasif, yang bertingkah tidak selayaknya seorang aparat penegak hukum, mendatangi ketua persatuan Arek Suroboyo Bergerak (ASB), Diana Samar, yang sedang beritikad baik menunggu terduga pelaku penyalahgunaan jabatan. Ia datang bersama sejumlah orang dan melontarkan kata-kata yang tidak pantas.

 

Menurut Diana Samar, sikap Ipda Muhammad Khalifah Nasif tidak mencerminkan citra Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Ia dinilai membela pihak yang salah tanpa memahami duduk perkara yang sebenarnya.

 

“Padahal, kami hanya ingin meminta klarifikasi terkait alasan pegawai perusahaan tersebut melakukan penggelapan,” terang Diana Samar kepada wartawan.

 

Namun, lanjutnya, Ipda Muhammad Khalifah Nasif datang bersama rombongan dan langsung marah-marah sambil menunjuk wajahnya sendiri dan menantang wartawan untuk memberitakan dirinya.

 

“Apakah pantas seorang perwira polisi berbuat seperti itu?” jelasnya.

 

Oleh karena itu, Diana Samar menegaskan bahwa pihaknya dari Arek Suroboyo Bergerak mendesak agar Ipda Muhammad Khalifah Nasif dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Menurutnya, Ipda Muhammad Khalifah Nasif sudah tidak layak menjadi bagian dari institusi Polri.

 

“Oknum seperti itu sudah tidak pantas menjadi anggota Polri karena telah mencoreng nama baik institusi,” tegasnya. (Redaksi).

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mengapa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Perlu Dituntaskan?

Sab Des 6 , 2025
Liputan Cyber || Jakarta Kepalsuan adalah buah dari kebohongan. Ia lahir dari ketidakjujuran, tumbuh dari niat menutupi kebenaran, dan berkembang menjadi perisai bagi kejahatan. Kebohongan bukan sekadar kata-kata yang menyesatkan, melainkan fondasi rapuh yang dapat meruntuhkan tatanan sosial, politik, dan moral suatu bangsa. Ketika kebohongan dibiarkan, ia menjelma menjadi akar […]