Liputan Cyber || Jatim

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Kominfo Jatim) siap mengikuti Festival Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Nasional 2025 yang akan digelar di Kota Tangerang, Banten, pada 14–15 November.
Kesiapan Jatim diawali dengan rapat koordinasi bersama tiga dewan juri pada Rabu (22/10/2025) di Ruang Argopuro, Kantor Kominfo Jatim, guna membahas teknis seleksi, jadwal pelaksanaan, dan sistem penilaian di tingkat Jawa Timur
Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Jatim, Putut Darmawan di sela rapat bersama dewan juri menjelaskan, bahwa Festival KIM Nasional 2025 merupakan kegiatan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI dalam rangka menghadirkan ruang kolaboratif antar-KIM dari seluruh Indonesia untuk berbagi praktik baik, menampilkan inovasi informasi lokal, serta mempertegas peran KIM dalam mendukung pembangunan bangsa.
Tahun ini, ajang Festival KIM Nasional diikuti 10–15 provinsi dari seluruh Indonesia dan menargetkan kehadiran 15.000 pengunjung di Alun-Alun Kota Tangerang.
“Kegiatan hari ini adalah melakukan kurasi terhadap KIM dari kabupaten/kota agar perwakilan yang dikirim benar-benar sesuai kompetensi. Kami berharap KIM dari Jawa Timur mampu tampil sebagai yang terbaik di tingkat nasional,” ungkap Putut.
Peserta yang akan mengikuti seleksi Festival KIM 2025 tingkat Jatim merupakan KIM yang berstatus aktif dan terdaftar di platform kim.id, dengan rekomendasi dari Dinas Kominfo Provinsi.
Dikatakannya, setiap KIM akan diminta menampilkan program berbasis konsep ADINDA (Aspiratif, Digital, Inovatif, Naratif, Dinamis, dan Aktif) pada bidang, Ekonomi Kreatif dan Digital (UMKM), Sosial Budaya (Pariwisata, Kesehatan, Lingkungan), dan Literasi (Edukasi, Publikasi, Media, dan Teknologi Informasi). Penilaian kompetisi dilakukan berdasarkan kelengkapan portofolio, video profil, dan video presentasi.
Dokumen portofolio maksimal sepuluh halaman berisi legalitas, struktur, program kerja, inovasi, penghargaan, publikasi, serta kemitraan strategis. Video profil berdurasi tiga sampai lima menit, sedangkan video presentasi berdurasi 1 menit dalam format potret dan diunggah melalui media sosial masing-masing. Seluruh berkas dikirimkan secara daring melalui tautan resmi panitia pusat.
Dalam penilaian pameran, stan KIM diharapkan menggambarkan aktivitas dan dokumentasi sesuai konsep ADINDA, mulai dari inovasi, digitalisasi, prestasi, kemitraan strategis, hingga dampak sosial-ekonomi di wilayahnya.
“Selain itu, stan harus menonjolkan ciri khas daerah seperti motif, ikon, maupun unsur musik tradisional yang merepresentasikan identitas lokal,” sambung Putut.
Menurutnya, potensi KIM di Jawa Timur ini memiliki peluang besar untuk menjadi yang terbaik dan menjadi barometer KIM nasional.
“Peluang Jawa Timur sangat besar untuk menjadi yang terbaik. Kami ingin KIM Jatim bukan hanya berpartisipasi, tapi juga membawa prestasi di tingkat nasional,” harap Putu.

Rapat persiapan seleksi KIM Jawa Timur di Lantai 2, Ruang Argopuro, Dinaz Kominfo Jatim, Surabaya, Rabu (22/10/2025). Foto : Prita (Magang) / JNR
Perbedaan Sistem Seleksi KIM dengan Tahun Lalu
Sementara itu, salah satu dewan juri yang diketahui telah menjadi juri sejak tahun lalu dan turut hadir dalam rapat ini, yaitu seorang Penyiar TVRI Jawa Timur bernama Rina Fahlevi mengungkapkan, ada sedikit perbedaan aspek penilaian antara seleksi KIM tahun lalu dengan sekarang.
Rina menuturkan, apabila tahun lalu, tahapan kurasi dinilai secara luring setelah melewati daring maka tahun ini seluruh tahapan prosesnya dengan metode daring.
“Jadi kalau di tahun kemarin itu ada beberapa finalis yang kita nilai setelah kita kurasi ya, kita kurasi dari seluruh peserta kemudian ada beberapa finalis yang kita nilai langsung didatangkan secara offline gitu untuk tahun kemarin. Jadi pada saat final itu kita menilainya secara offline. Tapi pada saat kurasi seleksi awal kita menilainya secara online. Nah kalau sekarang semuanya online,” tuturnya.
Untuk kriteria penilaian pada seleksi KIM, Rina menekankan, sistem penyeleksian masih sama dengan tahun lalu cuma ada sedikit perbedaannya yakni pada kriteria penilaian sinematografi.
“Jadi masing-masing KIM nanti, masing-masing kelompok informasi masyarakat tersebut akan membuat video. Nah, siapa yang sinematografinya lebih menarik dan konten seluruh kriteria terpenuhi itu yang akan mendapat nilai yang tinggi,” kata Rina.
Terkait peluang, bagi Rina, mayoritas KIM di Jawa Timur ini memiliki potensi besar berhasil melaju ke kompetisi selanjutnya. Hal tersebut karena Dia menilai, KIM di Jawa Timur menjadi barometer positif di Indonesua.
“Karena Jatim ini adalah barometer ya untuk kelompok informasi masyarakat. Jadi saya rasa peluangnya akan besar untuk menuju nasional. Kita berharap aja mudah-mudahan bisa jadi juara yang terbaik lah. Untuk tahun kemarin ada KIM dari Malang dan juga Jember yang berhasil,” ucap Rina.
Kepada seluruh KIM di Jawa Timur, Rina berharap, semoga banyak KIM yang berhasil dan bisa meraih juara di ajang Festival KIM Tingkat Nasional Tahun 2025 nantinya.
“Artinya meraih predikat terbaik di beberapa kategori. Kan ada beberapa kategori ya dan nantinya tentu saja, karena Jawa Timur adalah juga barometer,” pungkasnya.
Melalui seluruh persiapan ini, Dinas Kominfo Jatim menunjukkan bukti bahwa Jawa Timur memiliki keyakinan positif untuk menargetkan agar wakil dari provinsi ini mampu meraih predikat terbaik di berbagai kategori Festival KIM Nasional 2025.(Red)

