Liputan Cyber || Jatim

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur resmi menutup rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Penutupan berlangsung meriah dengan tema ’80 Tahun Merdeka Aksiku untuk Indonesiaku’, di Lt.4 Ruang Anjasmoro Kantor Diskominfo Jatim, Surabaya, Kamis (22/8/2025).
Rangkaian lomba sendiri telah digelar sejak 25 Juli hingga 15 Agustus 2025 dengan total 14 jenis perlombaan. Di antaranya, lomba tradisional seperti pindah balok estafet, voli net tertutup, hingga lomba kekinian seperti e-sport Mobile Legend dan konten kreatif berbasis AI.
Ketua Panitia Penyelenggara, Gugi Alifrianto Wicaksono, menyampaikan apresiasinya atas kelancaran kegiatan. Menurutnya, hal ini tidak lepas dari dukungan lintas bidang di Diskominfo Jatim.
“Kegiatan terlaksana dengan baik dari awal sampai akhir berkat kerja sama dari seluruh panitia yang berasal dari berbagai bidang, mulai dari Sekretariat, Bidang IKP, Bidang Aptika, Bidang Data dan Statistik, serta Bidang Persandian dan Keamanan Informasi,” ujar Gugi, Jumat (22/8/2025).
Selain memberikan apresiasi, Gugi yang diketahui juga menjabat sebagai Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (Kabid Aptika) di Diskominfo Jatim ini menyadari bahwa dalam pelaksanaan kegiatan masih ada sejumlah kekurangan. Karena itu, ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf sekaligus harapan agar pelaksanaan di tahun mendatang bisa berjalan lebih baik.
“Kami mohon maaf apabila ada kekurangan, semoga tahun depan akan lebih baik lagi,” tambahnya.
Dari hasil rekapitulasi, Kelompok 6 berhasil menjadi juara umum pertama, disusul Kelompok 7 sebagai juara kedua, dan Kelompok 8 sebagai juara ketiga.
Kepala Diskominfo Jatim, Sherlita dalam sambutan, menyebut konsep perlombaan tahun ini dibuat berbeda dari sebelumnya. Anggota kelompok sengaja diacak agar tercipta suasana baru.
“Tahun ini rangkaian perlombaan memang dibuat berbeda dengan tahun sebelumnya. Setiap kelompok anggotanya kami acak supaya kekompakan seluruh keluarga besar Dinas Kominfo Jatim semakin terasa dan mengenal satu sama lain,” jelasnya.
Menurut Sherlita, perbedaan konsep ini menjadi cara untuk memperkuat hubungan antarpegawai. Dengan terlibat dalam tim baru, setiap orang didorong untuk beradaptasi, berkoordinasi, sekaligus belajar mengenal rekan kerja yang mungkin jarang berinteraksi sebelumnya.
“Dengan berbagai perlombaan yang telah diadakan ini, diharapkan sinergi dan koordinasi seluruh pegawai dapat semakin kuat untuk meningkatkan layanan publik,” tegas Sherlita.
Sebagai penutup, Sherlita memberikan apresiasi khusus kepada kelompok yang berhasil menjadi juara. Ia menekankan bahwa kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan semangat kebersamaan yang tumbuh dari setiap perlombaan.
“Selamat kepada kelompok yang memenangkan perlombaan, semoga dapat memupuk semangat kita semua,” pungkasnya.(Red)

