Liputan Cyber || Ponorogo Jatim
Jatim Newsroom – Para jurnalis yang berhimpun di Asosiasi Wartawan Demokarasi Indonesia (AWDI) Ponorog ambil bagian dalam menanam 300 bibit pohon dan 100 biopori di Taman Sri Setono Gumelar, Desa Plalangan Kecamatan Jenangan, Ponorogo.
‘’AWDI tidak pernah merepotkan pemerintah daerah, malah memberikan kontribusi nyata dengan mendukung program penghijauan,’’ kata Bupati Giri yang ikut serta menanam tanaman produktif serta menancapkan bipori.
Menurut bupati Sugiri, bencana alam seperti banjir, tanah longsor, atau kekeringan hanya dapat ditanggulangi dengan menanam pohon dan menciptakan biopori. Dari awal memimpin Ponorogo, Bupati Sugiri sudah menggaungkan teknologi penyerapan air dengan membuat lubang resapan air secara vertikal ke dalam tanah itu di setiap rukun tetangga (RT).
‘’Apalagi sekarang ini banyak lahan terbuka hijau yang beralih fungsi menjadi gedung maupun pemukiman. Tanah sudah kehilangan tabungan airnya,’’ jelasnya sperti dalam siara tertulis Pemkab Ponorogo, Senin (24/3/2025).
Upaya penghijauan di Ponorogo juga mendapat support dari PT Maesa Cipta Corporindo atau Maesa Group melalui Yayasan Menabung Air. Perusahaan holding yang bergerak dalam 11 bidang usaha dengan lebih dari 20 member perusahaan itu mematok target menanam satu juta biopori. ‘’Maesa yang berawal dari bisnis keluarga Pabrik Es Bumi Lancar di Ponorogo tidak lupa memberi sumbangsih untuk menjaga jumlah dan kualitas sumber air,’’ ungkap Kang Giri.
Pembina AWDI Ponorogo Muhammad Yani menyatakan dukungannya terhadap gerakan masif penghijauan yang mencegah kerusakan lingkungan itu. Pihaknya berharap upaya menanam pohon juga berimbang dengan pembuatan lubang biopori komunal untuk menampung lebih banyak air hujan, curahan talang, serta limbah rumah tangga. (Redaksi)