Pemkab Bojonegoro Dukung Pelestarian Sastra Jawa

Liputan Cyber || Jatim

Kegiatan Pasamuwan Ageng yang digelar oleh Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro (PSJB) di aula kantor PMI Bojonegoro, adalah salah satu bentuk dukungan Pemkab Bojonegoro untuk merawat dan melestarikan sastra jawa.

 

Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bojonegoro, Budiyanto, menyampaikan bahwa sastra jawa mengenalkan masyarakat akan sejarah dan jati diri. Hal itu tercermin diantaranya dalam karya-karya klasik seperti Pararaton dan Nagarakretagama.

 

“Terimakasih kepada PSJB yang telah nguri-nguri bahasa jawa hingga sekarang,” tutur Budiyanto, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro dalam siaran tertulisnya, Minggu (17/2/2025).

 

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bojonegoro, Mahmudi. Menurut dia, Pemkab terutama Bakesbangpol siap berkolaborasi dengan para sastrawan bahasa jawa di Bojonegoro. Banyak sastra yang bisa dikolaborasikan dengan nilai-nilai kebangsaan dan kepahlawanan.

 

Pasamuwan Ageng ini digelar dalam rangka pengukuhan pengurus baru PSJB yang dilakukan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur Umi Kulsum. Jika sebelumnya Ketua PSJB dipegang oleh sastrawan JFX Hoery, kini sastawan Nono Warnono meneruskan estafet kepemimpinan PSJB. Dalam Pasamuwan Ageng tersebut juga digelar sarasehan menulis geguritan, cerita cekak, novel, dan cerita anak.

 

Menurut Nono Warnono, PSJB telah ada sejak tahun 1982. Keberadaannya telah mewarnai gerak dunia sastra jawa di Indonesia. Beberapa nama pengurus PSJB telah bersastra cukup lama dan mendapat penghargaan dari beberapa lembaga. Diantaranya penghargaan Rancage dan penghargaan Sutasoma. Rama JFX Hoery ini juga telah memperoleh penghargaan sastrawan yang berkarya lebih dari 50 tahun. Bahasa dan sastra jawa, menurut dia, perlu terus dilestarikan hingga ke tingkat sekolah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pulau Nusa Barung: Benteng Keanekaragaman Hayati di Samudra Indonesia

Sen Feb 17 , 2025
Liputan Cyber || Jatim Di perairan selatan Jawa Timur, tersembunyi sebuah ekosistem liar yang masih misterius bagi dunia sains. Pulau Nusa Barung, sebuah pulau kecil yang seolah berdiri sendiri di tengah samudra, menjadi benteng terakhir bagi keanekaragaman hayati yang jarang tersentuh.   Ditunjuk sebagai kawasan konservasi sejak tahun 1920 dan […]