Liputan Cyber || Bondowoso Jatim

Penyuluh Agama Islam dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan dedikasinya dalam membina rohani warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bondowoso. Setiap malam, lebih dari 250 warga binaan mengikuti shalat berjamaah yang dipimpin oleh imam dari Penyuluh Kemenag Bondowoso, dilengkapi dengan tausiyah yang memberikan pencerahan spiritual.
Dilansir dari laman resmi Kemenag Jatim, Jumat (7/3/2025), salah satu penyuluh yang aktif sebagai imam dan penceramah di Lapas Bondowoso adalah Fadil, yang juga bertugas sebagai Koordinator Safari Ramadan. Menurutnya, tausiyah yang diberikan tidak hanya berupa kultum singkat, tetapi bisa berlangsung antara 30 menit hingga 1 jam, tergantung pada permintaan petugas serta kebutuhan warga binaan.
Selain Fadil, ada beberapa penyuluh lainnya yang turut berkontribusi dalam memberikan bimbingan keagamaan, antara lain Ubaidillah, Bukhari Ahmad Yasir, Abd. Ghoffar, Zainuddin, dan Ach. Basri Syaifurrahman. Mereka tidak hanya berperan sebagai imam dalam shalat berjamaah, tetapi juga sebagai penceramah yang memberikan motivasi serta pemahaman agama kepada warga binaan.
Selama bulan Ramadan, program keagamaan yang diselenggarakan Kemenag Bondowoso mendapat respons positif dari warga binaan. Masjid di dalam Lapas selalu dipenuhi jamaah yang antusias mengikuti shalat tarawih dan mendengarkan tausiyah. Banyak dari mereka mengaku bahwa Ramadan di Lapas menjadi pengalaman spiritual yang sangat berharga.
“Saya merasa lebih tenang dan dekat dengan Allah selama Ramadan ini. Tausiyah dari para penyuluh benar-benar membuka pikiran dan hati kami untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap salah satu warga binaan.
Bahkan, beberapa warga binaan menyatakan niat mereka untuk terus memperdalam ilmu agama setelah bebas. Mereka melihat bimbingan dari penyuluh Kemenag sebagai kesempatan emas untuk memperbaiki diri dan memulai kehidupan baru dengan lebih baik.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bondowoso, Moh. Ali Masyhur, mengapresiasi peran penyuluh agama dalam membimbing warga binaan di Lapas.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan keagamaan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan di Lapas. Mereka juga berhak mendapatkan bimbingan spiritual agar dapat menjalani hidup dengan lebih baik setelah masa pembinaan selesai,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa program ini merupakan wujud sinergi antara Kementerian Agama dan Kementerian Hukum Wilayah Jawa Timur, yang bertujuan untuk membentuk karakter positif bagi warga binaan.
Kehadiran penyuluh agama di Lapas Bondowoso menjadi bagian dari upaya pembinaan spiritual agar warga binaan dapat lebih dekat dengan Allah dan memiliki pemahaman keislaman yang kuat dalam kehidupan mereka.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, warga binaan dapat memperbaiki diri dan menjadikan masa pembinaan di Lapas sebagai momentum untuk berubah menuju kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
Kemenag Bondowoso berkomitmen untuk terus menghadirkan penyuluh agama dalam berbagai program pembinaan keagamaan, termasuk di Lapas, sebagai bentuk pelayanan dakwah yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat. (Red)

