Liputan Cyber || Jawa Timur

Untuk meningkatkan program kinerja imunisasi dalam rangka mewujudkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Peran Anggota Tim Koordinasi Akselerasi Program Imunisasi (KAPI) Provinsi Jawa Timur, Jumat (13/2/2026).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Sulvy Dwi Angraini mengatakan imunisasi menjadi salah satu program prioritas Kemenkes, menjadi salah satu strategi yang cost effective, dalam rangka menurunkan angka kesakitan, kematian, kecacatan yang disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah oleh imunisasi.Tantangan di Jawa Timur, masih terdapat beberapa kantong-kantong yang menolak imunisasi, sehingga masih terjadi Kejadian Luar Biasa Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (KLB PD3I).
“Upaya pendekatan dengan komunikasi intrapersonal perlu dilakukan bersama dengan lintas sektor sehingga masyarakat yang menolak menjadi mau untuk imunisasi yang diharapkan cakupan imunisasi dapat mencapai target dan merata setiap kabupaten/kota agar dapat terbentuk kekebalan kelompok,”ujarnya.
“Masih terdapat tantangan terkait zero dose (anak nol dosis) dan status imunisasi tidak lengkap. Dinkes Jatim berharap dari kegiatan kolaborasi ini terbentuknya komitmen dan dukungan semua anggota Tim IKAPI, agar bersama – sama berperan aktif dalam upaya mengatasi permasalahan imuniasasi. Di tahun 2026 ini diharapkan kinerja imunisasi meningkat dengan mensosialiasikan imunisasi kejar secara optimal dengan bantuan peran anggota KAPI sesuai tugas pokok dan fingsi masing – masing,” katanya.
Perwakilan UNICEF wilayah Jawa Armunanto mengatakan koordinasi, kerjasama, dan komitmen Tim Provinsi Jawa Timur sudah luar biasa. Meskipun menghadapi KLB, namun cakupan imunisasi diharapkan masih terus meningkat. Efisiensi anggaran akan dihadapi bersama, agar semua dapat berjalan dengan optimal. Dukungan dari UNICEF salah satunya adalah adanya konsultan imunisasi. . Opsi pendanaan yang dapat dipakai sebagai peluang di Jawa Timur untuk imunisasi adalah dengan pemanfaatan CSR yang selama ini masih banyak dipergunakan untuk pembangunan fisik.
Dr Arief Hargono dari Gerakan Peduli Ibu dan Anak Sehat (GELIAT) Unair, mengatakan Jawa Timur cukup sering mengalami KLB, sehingga perlu disadari bahwa imunisasi menjadi salah satu strategi nyata yang diharapkan bisa melakukan pencegahan dan pengendalian KLB.
Upaya yang sudah dilakukan selama kolaborasi berjalan, menurut Arief Hargono diantaranya adalah pemberdayaan masyarakat berupa rumah imunisasi (My Village My Home). Strategi ini berupa poster besar yang memuat informasi (nama ibu, nama bayi, status imunisasi) yang bisa diletakkan di tempat umum agar dapat dilihat oleh semua masyarakat untuk dapat mengingatkan masyarakat yang belum mendapatkan melakukan imunisasi. Kemudian kampanye program imunisasi, yaitu mensosialisasikan program imunisasi Measles Rubella yang melibatkan lintas sector, serta media briefing dan podcast, yaitu menyampaikan informasi dengan bahasa yang sesuai dan mudah dipahami.
Arif juga menyampaikan anggota Tim KAPI yang tertera di SK Gubernur lengkap lintas sektor, lintas program yang menjadi mitra potensial program imunisasi, diharapkan menjadi upaya strategi dalam mengatasi program imunisasi, karena kendala program imunisasi bukan hanya dari aspek kesehatan saja, sehingga diperlukan kolaborasi semua Perangkat Daerah, Lintas sektor dan semua pihak serta mitra potensial kesehatan yang dalam pelaksanaannya.
Dengan imunisasi ekonomi bisa menjadi lebih kuat, menghemat dan mengurangi biaya sakit serta meningkatkan produktivitas. (Redaksi)

