Kominfo Jatim Ajak Mahasiswa Jadi Garda Depan Keamanan Siber

Liputan Cyber || Jawa Timur

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat literasi keamanan siber di kalangan generasi muda melalui kegiatan Cerdas Digital (CERDIG) bertema “Hacking untuk Kebaikan: Kontribusi Mahasiswa dalam Dunia Digital”. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 mahasiswa dari Universitas Dinamika Surabaya dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), serta digelar di Kantor Kominfo Provinsi Jawa Timur, Selasa (10/2/2026).

 

CERDIG diselenggarakan sebagai respons atas meningkatnya aktivitas digital masyarakat yang tidak terlepas dari ancaman keamanan siber, seperti peretasan sistem, pencurian data pribadi, dan penyalahgunaan informasi. Mahasiswa dipandang sebagai kelompok strategis karena merupakan pengguna internet paling aktif sekaligus calon penggerak ekosistem digital di masa depan.

 

Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Kominfo Jatim, Achmad Fadlil Chusni, mengatakan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi membawa manfaat besar, namun juga diiringi tantangan serius di bidang keamanan informasi. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman mengenai keamanan siber perlu terus dilakukan, khususnya kepada mahasiswa. “Melalui kegiatan CERDIG ini, kami ingin memberikan pemahaman dasar tentang keamanan siber dan ethical hacking, serta menanamkan kesadaran bahwa kemampuan digital harus dimanfaatkan untuk tujuan yang baik dan bertanggung jawab,” ujar Fadlil.

 

Ia menjelaskan, kegiatan CERDIG tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan gambaran nyata terkait ancaman siber yang sering terjadi. Menurutnya, pemahaman praktis sangat penting agar mahasiswa mampu mengenali risiko dan tidak terjebak dalam penyalahgunaan teknologi.

 

Menurutnya, Kominfo Jatim memiliki peran strategis dalam pengamanan ruang siber daerah, sejalan dengan tugas di bidang persandian dan keamanan informasi. Melalui edukasi berkelanjutan seperti CERDIG, mahasiswa diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan tepercaya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin menegaskan bahwa tingginya penetrasi internet di Jawa Timur harus diimbangi dengan peningkatan literasi keamanan digital. Berdasarkan data, lebih dari 80 persen masyarakat Jawa Timur telah terhubung ke internet, dengan mayoritas pengguna berasal dari generasi Z yang didominasi pelajar dan mahasiswa. “Mahasiswa merupakan kelompok paling aktif di ruang digital. Jika tidak dibekali literasi keamanan yang memadai, maka potensi risiko kebocoran data dan kejahatan siber akan semakin besar,” kata Sherlita.

 

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar lebih berhati-hati dalam membagikan data pribadi di ruang digital, seperti KTP, nomor ijazah, tanda tangan, maupun informasi sensitif lainnya. Menurutnya, kebocoran data tidak hanya merugikan individu, tetapi juga dapat berdampak luas terhadap institusi dan kepercayaan publik. “Kami berharap mahasiswa mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab, sekaligus menjadi agen literasi digital di lingkungan sekitarnya,” tegasnya.

Dalam kegiatan CERDIG tersebut, Kominfo Jatim menghadirkan dua narasumber praktisi keamanan siber, yakni Aditya Kusuma dan Ramdhan Ashari. Keduanya menyampaikan materi terkait konsep ethical hacking, kerentanan aplikasi web, serta ancaman kejahatan siber yang kerap terjadi di era digital.

 

Selain pemaparan materi, kegiatan CERDIG juga diisi dengan sesi live hacking yang dilakukan oleh pemateri sebagai bagian dari pembelajaran. Dalam sesi ini, narasumber memperagakan secara langsung bagaimana sebuah sistem atau aplikasi web dapat memiliki celah keamanan, seperti SQL Injection dan Cross Site Scripting (XSS), beserta cara mitigasinya.

 

Live hacking tersebut dilakukan secara terbatas dan edukatif, dengan penekanan bahwa praktik peretasan hanya diperbolehkan untuk tujuan pembelajaran dan peningkatan keamanan, bukan untuk tindakan ilegal. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya responsible disclosure dalam melaporkan celah keamanan kepada pengelola sistem terkait.

 

Materi teknis yang disampaikan mencakup pengenalan OWASP Web Top 10 dan OWASP API Top 10, sistem penamaan kerentanan global (Common Vulnerabilities and Exposures/CVE), serta pentingnya pengamanan berlapis melalui autentikasi dan perlindungan data pribadi.

 

Kegiatan CERDIG dikemas melalui penyampaian materi, demonstrasi teknis, live hacking, serta sesi diskusi dan tanya jawab interaktif yang dipandu moderator. Seluruh rangkaian kegiatan menegaskan bahwa penguasaan teknologi harus diimbangi dengan etika, hukum, dan tanggung jawab moral.

 

Melalui kegiatan ini, Kominfo Jatim berharap mahasiswa Universitas Dinamika Surabaya dan Universitas Negeri Surabaya dapat menjadi generasi digital yang cakap teknologi, berintegritas, serta mampu berkontribusi aktif dalam menjaga keamanan ruang siber di Jawa Timur. CERDIG juga diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Peringati HPN 2026, Kominfo Jatim Dorong Insan Pers Bertransformasi Ikuti Era Digital

Sel Feb 10 , 2026
Liputan Cyber || Jawa Timur Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (Kabid IKP) Dinas Kominfo Jatim, Putut Darmawan, menegaskan bahwa insan pers dituntut bertransformasi mengikuti perkembangan era digital, seiring pergeseran media dari konvensional menuju platform digital yang kian tak terelakkan.   “Pers tidak lagi berada di era konvensional. Transformasi ke […]