Liputan Cyber || Jawa Timur

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti memastikan kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara dapat kembali berjalan mulai 5 Januari 2026. Pemerintah menerapkan pendekatan adaptif dan fleksibel, menyesuaikan kondisi masing-masing satuan pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti melalui keterangannya, Selasa (6/12/2026). Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti meskipun menghadapi situasi darurat akibat bencana.
“Pendekatan pembelajaran kita sesuaikan dengan kondisi di lapangan. Yang terpenting, anak-anak tetap mendapatkan hak belajar,” ujar Abdul Mu’ti.
Berdasarkan data Kemendikdasmen, terdapat 1.215 sekolah di Sumatera Utara yang terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 1.157 sekolah atau sekitar 95,23 persen dinyatakan siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar mulai 5 Januari 2026.
Sementara itu, 19 sekolah atau sekitar 1,6 persen masih menjalankan pembelajaran dengan memanfaatkan tenda darurat. Adapun 29 sekolah lainnya atau sekitar 2,4 persen masih dalam tahap pembersihan pascabencana, namun telah dinyatakan dapat digunakan untuk proses pembelajaran secara terbatas.
Abdul Mu’ti menambahkan, bagi satuan pendidikan yang belum sepenuhnya pulih, Kemendikdasmen telah menyiapkan kurikulum khusus yang dirancang agar pembelajaran tetap berjalan efektif di tengah keterbatasan.
Lebih lanjut, Mendikdasmen juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, tenaga pendidik, relawan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pemulihan sektor pendidikan di Sumatera Utara.
“Kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar proses pemulihan pendidikan berjalan cepat dan anak-anak tidak kehilangan waktu belajar,” pungkasnya. (Redaksi)

