Wabup Pidie Jaya Apresiasi Gubernur Khofifah atas Bantuan Kemanusiaan Pascabencana

Liputan Cyber || Jawa Timur

Wakil Bupati (Wabub) Pidie Jaya, Hasan Basri, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, atas dukungan dan bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Pidie Jaya pascabencana banjir dan tanah longsor.

 

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Hasan Basri saat meninjau langsung pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Emergency Medical Team (EMT) 4 Jawa Timur di Desa Beurawang, Kecamatan Meureudu, Kamis (25/12/2025). Dalam kunjungannya, Wakil Bupati memberikan semangat kepada para relawan yang bertugas di lapangan.

 

Hasan Basri menyampaikan bahwa kehadiran relawan serta bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan bentuk nyata solidaritas antardaerah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Ia menilai dukungan tersebut sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan darurat dan pemulihan kondisi warga.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, beserta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan,” ujar Hasan Basri.

 

Selain kepada Gubernur Jawa Timur, Hasan Basri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan, tenaga kesehatan, serta jajaran Dinas Kesehatan yang telah terlibat aktif dalam pelayanan kemanusiaan di Pidie Jaya. Ia berharap sinergi dan dukungan tersebut dapat terus berlanjut hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih.

Sementara, pada kunjungan lapangan, EMT 4 Jawa Timur memberikan pelayanan kesehatan kepada 45 warga terdampak bencana di Desa Beurawang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, pelayanan yang diberikan bersifat kuratif dengan diagnosa terbanyak meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 14 kasus, dermatitis 13 kasus, myalgia 12 kasus, hipertensi 3 kasus, diabetes melitus 2 kasus, serta satu kasus lainnya.

 

Koordinator EMT 4 Jawa Timur, Dr. Mukhamad Fathoni, S.Kep., Ners., MNS, mengatakan semua tindakan di lapangan menjadi perhatian serius tim. Dari total pasien yang dilayani, sebanyak 21 orang berjenis kelamin laki-laki dan 24 orang perempuan. Berdasarkan kelompok usia, pasien terdiri atas dua balita, dua anak-anak, 27 orang dewasa, dan 14 orang lanjut usia.

 

Di sela perjalanan menuju lokasi pelayanan, petugas ambulans EMT 4 Jatim menerima permintaan bantuan dari seorang warga untuk memeriksa anggota keluarganya yang sakit di rumah. Pasien berinisial Ny M (60) ditemukan dalam kondisi umum lemah dengan tingkat kesadaran somnolen. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 216/113 mmHg dan kadar gula darah acak 421 mg/dl, dengan riwayat penyakit hipertensi dan diabetes melitus.

 

Pasien juga mengalami kelemahan pada anggota gerak atas dan bawah sejak dua hari sebelumnya pascakejadian terjatuh. Atas kondisi tersebut, pasien segera dievakuasi menggunakan ambulans ke Puskesmas Meureudu. Berdasarkan advis petugas Instalasi Gawat Darurat (IGD), pasien kemudian dirujuk langsung ke RSUD Pidie Jaya untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

 

“Pasien datang dengan tekanan darah dan kadar gula yang sangat tinggi serta penurunan kesadaran. Dalam kondisi seperti ini, kecepatan penanganan dan sistem rujukan menjadi sangat krusial untuk mencegah komplikasi yang lebih berat,” ujar Fathoni. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Eko Gagak Angkat Suara : Usut Tuntas Pelaku Pengusiran dan Perobohan Rumah Nenek di Surabaya

Sab Des 27 , 2025
Liputan Cyber || Surabaya Video viral pengusiran seorang wanita lanjut usia (lansia) berusia 80 tahun bernama Elina Widjajanti oleh sekelompok orang berseragam ormas suku “M” telah menuai perhatian publik. Kelompok tersebut bertindak tanpa menunjukkan bukti klaim kepemilikan rumah. Korban mengaku tidak pernah melakukan transaksi jual beli rumah, rumahnya dirobohkan hingga […]