Marak Pencurian Kabel Primer di Jombang Jawa Timur, Masyarakat Kini Sorot Kinerja Aparat Penegak Hukum

Liputan Cyber || Jombang, Jawa Timur

Aksi pencurian kabel primer yang kini menjadi keresahan bagi masyakarat kembali terjadi di depan POM Bensin Mojodadi, Desa Selorejo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.

 

Penggalian dan sekaligus perusakan fasilitas umum (fasum) itu dilakukan dengan pola yang sangat terorganisir. Modus operandi para pelaku begitu rapi, sistematis, dan menyerupai pekerjaan resmi layaknya proyek legal.

 

Hal itu memantik tanda tanya bagi warga setempat, mereka mempertanyakan kinerja aparat kepolisian yang dinilai tidak mampu mengendalikan aksi pencurian kabel yang terus berulang dalam beberapa bulan terakhir.

 

“Kok bisa mereka kerja seenaknya di pinggir jalan, gali kabel dalam-dalam, pakai alat lengkap, tapi tidak ada polisi yang datang? Ini aneh. Seolah memang sudah ada koordinasi dengan pihak-pihak tertentu,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

 

Sementara itu, dalam pantauan Team Investigasi di lapangan menunjukkan aktivitas penggalian kabel milik PT Telkom Indonesia tersebut dilakukan dengan sangat profesional.

 

Para pelaku menggunakan kendaraan operasional, perlengkapan lengkap, hingga pengamanan lokasi layaknya pekerja resmi, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan masyarakat.

 

Namun setelah ditelusuri, pekerjaan itu bukan kegiatan resmi dari PT Telkom Indonesia maupun mitra sah perusahaan. Fakta inilah yang membuat publik semakin khawatir: para pelaku bukan hanya mencuri, tetapi juga mengelabui masyarakat dengan menyamar sebagai pekerja legal.

 

 

Saat dilokasi seorang pekerja menyebutkan nama pendananya bernama Nando dan banyak oknum media yang membackup semuanya berkumpul di giras mas.

 

“Iya mas, pekerjaan ini dikomandoi Nando dan banyak oknum media yang membackup. Monggo langsung ke giras mas,” ujar salah satu pekerja.

 

Demi keberimbangan berita, Team Investigasi mencoba menghubungi Nanda yang disebut-sebut sebagai pendana dalam aksi dugaan pencurian kabel milik PT Telkom.

 

“Saya tidak pernah terlibat ataupun mendanai pencurian kabel Telkom. Nama saya dicatut sepihak tanpa bukti. Ini sudah merugikan nama baik saya,” tegas Nando.

 

Nando menambahkan, kami akan melanjutkan persolan ini ke ranah hukum bila terdapat merugikan nama baik saya.

 

“Saya di Surabaya, bukan di lokasi kejadian. Yang mencatut nama saya, kami laporkan. Saya siap menempuh proses hukum,” ujarnya.

 

Pengakuan Oknum media yang membackup bahwa pekerjaan tersebut merupakan bekas anak buah Nando dan kami meminta jangan di perpanjang permasalahan ini.

 

“Yang kerja bekas anak buah Nando, Dedik itu pendana baru, piki Wahyudi yang di tunjuk untuk mengkondisikan para media yang datang,” ujar salah satu pembackup.

 

Di sisi lain, Imam Arifin selaku Ketua DPW Jatim Fast Respon Indonesia Center dan sekaligus Pemimpin Redaksi sangat menyayangkan oknum wartawan yang menyalahgunakan Profesinya untuk melakukan kegiatan yang bertentangan dengan Kaidah Jurnalistik.

 

“Saya sangat kecewa dengan ulah oknum wartawan tersebut, yang mana seharusnya mencari informasi dan menjadi penyambung lidah bagi masyarakat, malah membackup aksi pencurian,” ujar imam Arifin

 

Tim Redaksi liputanjatimbersatu.com juga telah berupaya mengkonfirmasikan hal ini kepada Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas. Namun hingga berita ini dipublikasikan, yang bersangkutan belum memberikan respons, meskipun tanda WhatsApp terlihat online.

 

Hal serupa terjadi saat redaksi meminta keterangan Kasubdit Jatanras Polda Jatim AKBP Jumhur, yang juga belum memberikan penjelasan terkait dugaan pencurian kabel dan perusakan fasilitas umum tersebut.

 

Warga berharap aparat penegak hukum bertindak lebih cepat dan lebih tegas. Maraknya pencurian kabel Telkom tidak hanya menimbulkan kerugian besar bagi negara dan perusahaan, tetapi juga mengganggu layanan publik—mulai dari jaringan internet terganggu hingga akses komunikasi masyarakat terputus.

 

Publik kini menunggu langkah nyata Polres Jombang dan Polda Jatim untuk mengungkap dan memberantas komplotan yang diduga telah beroperasi lama, terstruktur, dan semakin nekat ini. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sekelompok Geng Remaja Bersajam Yang Begal Motor di Bulak Ditangkap Tim Gabungan Polres Pelabuhan Tg Perak Surabaya

Sel Des 16 , 2025
Liputan Cyber || Surabaya Sekelompok remaja dengan sebutan Gengster kembali berulah di Surabaya. Mereka menyerang sekolompok pemuda di Jalan Bulak Kali Tinjang Baru, Surabaya, Sabtu (13/12) malam. Kelompok ini mengambil sepeda motor milik korban yang ditinggal di lokasi. Unit Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil menangkap lima anak di […]