Liputan Cyber || Jatim

Himpunan Pengusaha Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (HIPA ITS) menyelenggarakan CDP (Career Development Program) Mini Fair 2025 bertajuk “Buka Jalanmu: Karier Tanpa Batas” di Surabaya, Minggu (14/12/2025). Kegiatan ini dikemas dalam sesi diskusi bertema “Dari ITS Mengabdi untuk Bangsa Lewat Jalur yang Tidak Biasa”, dan diikuti oleh alumni serta mahasiswa ITS.
Diskusi tersebut menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang profesi yang beragam, yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, Pimpinan Redaksi JTV Abdul Rokhim, serta Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamat Satpol PP Provinsi Jawa Timur Hadid Manggala.
Dalam pemaparannya, Sherlita Ratna Dewi Agustin menekankan bahwa penguasaan teknologi digital menjadi keharusan di tengah pesatnya perkembangan zaman. Ia menyampaikan, berdasarkan survei Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), kebutuhan talenta digital di Indonesia hingga tahun 2030 mencapai 12,09 juta orang.
“Sementara yang tersedia saat ini baru sekitar 9,34 juta. Artinya masih terdapat kekurangan sekitar 2,75 juta talenta digital. Ini menjadi peluang besar bagi adik-adik mahasiswa, terutama jika selaras dengan bidang yang sedang dipelajari.” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Redaksi JTV Abdul Rokhim membagikan pengalamannya meniti karier yang berangkat dari disiplin akademik. Menurutnya, kemampuan berpikir berbasis data yang diperoleh selama perkuliahan sangat relevan dengan dunia kerja saat ini.

CDP (Career Development Program) Mini Fair 2025 bertajuk “Buka Jalanmu: Karier Tanpa Batas” di Surabaya
“Khususnya dalam statistik, kita tidak bisa berbicara tanpa dasar atau data. Hal ini sangat relevan dengan pekerjaan saya. Kita diajarkan untuk melihat suatu hal tidak secara terpisah, karena semuanya saling berkaitan sebagai data historis.” jelasnya.
Abdul Rokhim juga memotivasi mahasiswa untuk berani menentukan arah masa depan. Ia menegaskan bahwa yang terpenting bukan posisi saat ini, melainkan tujuan yang ingin dicapai.
“Bukan soal Anda berada di mana sekarang, tetapi ke mana Anda akan melangkah. Jika ingin menjadi pengusaha atau birokrat, raihlah tujuan tersebut dengan kesungguhan, karena masa muda tidak akan datang kembali.” tegasnya.
Sementara itu, Hadid Manggala menekankan pentingnya keterbukaan terhadap hal-hal baru dalam membangun karier, khususnya di sektor pemerintahan. Ia menilai idealisme perlu diimbangi dengan kemampuan adaptasi dan jejaring komunikasi.
“Semua ilmu bisa dipelajari. Adik-adik jangan cepat menolak hal baru karena itu akan menjadi nilai tambah, terutama jika berkarier di pemerintahan. Menjadi idealis boleh, namun tetap perlu menyesuaikan diri dengan realita, membangun jejaring komunikasi, dan bersikap adaptif,” ujarnya. (Redaksi)

