Bersama Bayinya, Zafa, Pak Yusuf Dipulangkan Dinsos Jatim ke Keluarga

Liputan Cyber || Jatim

Setelah viral di media sosial, Bapak Yusuf, seorang pemulung yang tinggal di bawah kolong jembatan dekat Bundaran Aloha Sidoarjo, bersama bayi perempuannya yang berusia 11 bulan, Zafa, berhasil dievakuasi dan dipulangkan ke keluarganya di Jombang.

 

Proses evakuasi dan pendampingan sosial ini melibatkan berbagai pihak, seperti Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga (DP3AK) Jatim serta Dinsos Kabupaten Sidoarjo.

 

Berdasarkan hasil asesmen, Pak Yusuf telah kehilangan orang tua sejak kecil dan hidup sendiri sejak lama. Ia tinggal di lingkungan kumuh di bawah jembatan flyover sejak tahun 2023. Kondisi tempat tinggalnya yang penuh sampah, kotor, dan berdekatan dengan rel kereta api membuat situasi hidup Pak Yusuf dan bayi Zafa sangat memprihatinkan. Meski demikian, Pak Yusuf menolak meninggalkan lokasi tersebut sebelum bulan Juli karena wasiat istrinya yang wafat ditempat itu saat menjalankan sholat subuh.

 

Sementara itu, bayi Zafa yang baru berusia 11 bulan mengalami luka di kaki kanan akibat kecelakaan yang menimpanya ketika ditabrak oleh orang dalam keadaan mabuk di daerah Jati. Sejak lahir, Zafa tidak memiliki dokumen kependudukan dan mendapat pertolongan pertama dari ayahnya sendiri tanpa bantuan medis. Kondisi ini menjadi perhatian utama petugas sosial dan kesehatan selama proses pendampingan.

 

Melalui siaran tertulis Dinsos Jatim, Selasa (3/6/2025), tim Jatim Social Care (JSC) pun melakukan pendekatan persuasif dan asesmen sosial terhadap Pak Yusuf ada Kamis (29/5/2025) lalu. Setelah melakukan asesmen, Pak Yusuf langsung dirujuk lingkungan pondok sosial (Liponsos) Sidoarjo untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan proses rekam biometrik. Dari situ baru diketahui ternyata Pak Yusuf berasal dari Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Tidak sesuai dengan pengakuannya yang sebelumnya mengaku berasal dari Yogyakarta.

 

Sedangkan bayinya dirujuk ke UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo Dinsos Jatim untuk mendapatkan perawatan dan perlindungan. Di UPT PPSAB Sidoarjo, bayi Zafa dimandikan, diberi makanan dan susu hingga tertidur. Usai mendapatkan penanganan, Pak Yusuf dan bayi Zafa dipertemukan kembali di Liponsos Sidoarjo.

 

Pada Jumat (30/5/2025), pertemuan dengan keluarga Pak Yusuf berlangsung di Liponsos Sidoarjo. Keluarga yang berasal dari Jombang ini baru mengetahui keberadaan Pak Yusuf setelah kasusnya viral. Pak Yusuf memiliki empat saudara dan merupakan anak kedua dalam keluarga tersebut. Keluarga menyambut hangat kepulangan Pak Yusuf dan bayi Zafa dengan harapan kehidupan mereka bisa lebih baik ke depannya.

 

Pak Yusuf kemudian dipulangkan bersama bayi Zafa ke rumah kakak pertamanya, Naziatul Lailiyah, di Mojoagung, Kabupaten Jombang. Naziatul yang bekerja sebagai buruh rongsok dan tinggal bersama suami serta tiga anaknya siap merawat bayi Zafa dan mendampingi Pak Yusuf. Suami Naziatul, Bapak Sudartok, yang bekerja sebagai kuli pengelolaan sampah, juga menyatakan kesiapan untuk menerima Pak Yusuf.

 

Kepala Dinsos Jatim, Dra Restu Novi Widiani MM, hadir memberikan penguatan dan motivasi kepada Pak Yusuf dan keluarganya. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mendampingi proses rehabilitasi sosial dan pemberdayaan Pak Yusuf agar dapat bekerja secara layak serta memastikan kesejahteraan bayi Zafa terpenuhi.

 

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinsos Jatim menegaskan komitmennya dalam mendampingi proses rehabilitasi sosial dan pemberdayaan Pak Yusuf agar dapat bekerja secara layak. Selain itu, kesejahteraan bayi Zafa juga menjadi perhatian utama untuk memastikan hak-haknya terpenuhi,” tegasnya.

 

Langkah selanjutnya adalah asesmen lanjutan oleh pekerja sosial di UPT PSBR Jombang Dinsos Jatim untuk memberikan keterampilan kerja kepada Pak Yusuf. Mengingat, Pak Yusuf sempat mengungkapkan bahwa dirinya memiliki keterampilan Bengkel. Sehingga, nantinya Pak Yusuf juga akan diberikan bantuan stimulan Kewirausahaan Iknlusif Produktif (KIP). Untuk sementara, Pak Yusuf telah dipenuhi kebutuhan dasarnya.

 

Program pemberdayaan ini diharapkan dapat membantu Pak Yusuf mengubah hidupnya menjadi lebih mandiri dan produktif, sekaligus menjaga agar kasus serupa tidak terulang kembali di masa depan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Plt Gubernur Jatim Beri Hadiah Laptop Animator Game Roblox Asal Blitar

Sel Jun 3 , 2025
Liputan Cyber || Jatim Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyambangi rumah sekaligus mengapresiasi salah satu siswa berprestasi dari MTsN 1 Kota Blitar, Al Divi Rarindrayana, di Jalan Kenari, Kelurahan Plosorekep,Senin (2/6/2025)   Sebagai bentuk apresiasi dan rasa bangga, Emil memberikan hadiah berupa laptop kepada Al Divi […]