Kominfo Jatim Gelar Pelatihan Cerdas Digital untuk Disabilitas Penglihatan

Liputan Cyber || Jatim

Komunitas disabilitas penglihatan dari berbagai daerah di Jawa Timur berkumpul di ruang workshop Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Jalan A. Yani Surabaya, dalam kegiatan bertajuk “Cerdas Digital: Teknologi Informasi bagi Disabilitas Penglihatan.”

 

Kegiatan yang digelar pada Rabu (28/5/2025) ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Jatim dalam mendorong kesetaraan digital bagi penyandang disabilitas. Dua materi utama disampaikan oleh narasumber yang ahli di bidangnya, yaitu Prana Carenza dengan topik “Ponsel Pintar, Pembelajaran Dasar Teknologi Smartphone untuk Tunanetra”, serta Fadlakal Jamal Gofirqu Aswar yang membawakan materi “Penggunaan Komputer bagi Disabilitas Penglihatan.”

 

Sekretaris Dinas Kominfo Jatim, Suharlina Kusumawardani, dalam sambutannya mengatakan bahwa Kominfo Jawa Timur terus berusaha untuk memfasilitasi masyarakat disabilitas, agar mereka semakin mudah dalam penggunaan teknologi dan memiliki lebih banyak keterampilan. “Mudah-mudahan pelatihan ini bisa bermanfaat untuk semua,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, pelatihan ini bukan sekadar ajang belajar keterampilan teknis, tetapi juga merupakan langkah nyata menuju pemberdayaan. “Kami ingin saudara-saudara sekalian tak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta perubahan melalui teknologi,” katanya. Menurutnya, potensi tidak ditentukan oleh keterbatasan fisik, melainkan oleh semangat, kemauan belajar, dan kesempatan yang terbuka bagi semua.

 

Pada sesi pertama, Prana Carenza memaparkan sejarah, fitur, dan manfaat ponsel pintar bagi tunanetra, serta memperkenalkan fitur aksesibilitas seperti TalkBack dan VoiceOver. Ia menjelaskan bahwa smartphone kini bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sarana pendidikan, navigasi, hiburan, hingga perbankan digital.

 

Sementara itu, Fadlakal Jamal Gofirqu Aswar membahas penggunaan komputer—baik laptop maupun desktop—oleh penyandang disabilitas penglihatan. Ia menjelaskan navigasi keyboard dasar, sistem operasi Windows, serta penggunaan aplikasi pembaca layar seperti NVDA dan JAWS yang memungkinkan tunanetra menjalankan aktivitas digital secara mandiri.

 

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya memperluas wawasan peserta terhadap teknologi, tetapi juga memperkuat posisi mereka sebagai bagian penting dari masyarakat digital. Kegiatan serupa diharapkan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai langkah strategis menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan setara. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Anggota DPRP Papua Barat Daya Soroti Perilaku Bejat Pejabat dan Aparat: “Orang Asing Pencaplok Lahan Dibela, Masyarakat Adat Dibiarkan Merana

Kam Mei 29 , 2025
Liputan Cyber || Sorong, Papua Barat Daya Pernyataan mengejutkan sekaligus menampar nurani bangsa datang dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Barat Daya, Roberth George Yulius Wanma, S.E., wakil rakyat dari jalur Otonomi Khusus utusan masyarakat adat Kabupaten Raja Ampat. Dengan nada penuh keprihatinan dan kemarahan, Roberth menyoroti perilaku […]