Liputan Cyber || Jatim

Universitas Surabaya (Ubaya) kembali menggelar turnamen bridge, kali ini bertajuk Ubaya Bridge Competition. Even rutin yang diselenggarakan ke 10 kalinya akan berlangsung pada tanggal 1 Juni 2025 di Kampus Ubaya Tenggilis ruang Perpustakaan lantai 5.
Ketua Panitia, Kenny Varenne Tin Setyabudi Senin (26/5/2025) mengatakan, antusiasme atlet-atlet bridge cukup besar menyambut Ubaya Bridge Competition (UBC). “Sampai saat ini sudah terdaftar peserta lebih dari 200 atlet bridge. Mereka berasal dari kabupaten dan kota di Jatim serta beberapa sekolah dan perguruan tinggi. Bahkan, ada peserta yang berasal dari luar Jatim, yaitu Bali dan Yogya. Usia peserta sangat beragam. Mulai usia Sekolah Dasar sampai dengan usia senior. Pada olahraga bridge, usia senior adalah 65 tahun ke atas.”, kata Kenny.
Peserta UBC dibagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok A untuk pasangan umum dan KU 23 serta Kelompok B untuk pelajar SD, SMP, dan SMA. Kelompok A akan memperebutkan hadiah Juara 1, 2, 3, serta Best 1 dan 2 KU 23. Sedangkan kelompok B akan memperebutkan hadiah Juara 1, 2, 3 serta Best SD dan SMP.
Tercatat di antara peserta yang mendaftar adalah pemain-pemain dari Regu Guyub 57, yang baru-baru ini (18/5) menjuarai Liga Bridge Jatim 2025 seri 1 yang diselenggarakan di Gedung Balai Sahabat Surabaya. Pada liga tersebut Regu Ubaya berhasil menjadi Juara 2 Kategori KU23. Regu Guyub 57 diperkuat oleh Kukuh Indrayana peraih medali emas PON 2016 serta Stefanus Endras yang baru-baru ini bersama timnas Indonesia meraih medali emas Kejuaraan Bridge Asia Pasifik 2025 di Thailand.
Suharto, Tournament Manager UBC 2025, menjelaskan bahwa sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem Swiss. Jumlah babak yang dimainkan sebanyak 6 sesi. Untuk pengelolaan pertandingan, Ubaya Bridge Competition ini akan menggunakan aplikasi Bridge Pocket.
“Pada pertandingan bridge IT atau teknologi informasi sangat berperan. Ada beberapa aplikasi untuk scoring system. Kebanyakan buatan luar negeri. Aplikasi Bridge Pocket adalah karya anak bangsa. Salah satu kelebihannya adaalah input skor dapat dilakukan melalui ponsel. Pencipta Bridge Pocket adalah Abdurrachman Faiz. Atlet bridge dari Kota Pasuruan yang sekarang menjadi Manajer IT sebuah perusahaan di Jakarta.”, Suharto mengakhiri penjelasannya. (Red)

