Dosen UK Petra Surabaya Tanggapi Fenomena Tagar #KaburAjaDulu

Liputan Cyber || Surabaya Jatim

Media sosial Indonesia tengah diramaikan dengan fenomena tagar #KaburAjaDulu yang mencerminkan keresahan generasi muda terhadap masa depan di dalam negeri yang menjadi simbol ketidak puasan terhadap sulitnya mendapatkan pekerjaan, akses pendidikan, serta kesejahteraan yang layak. Menanggapi fenomena tersebut, Dosen Communication Science sekaligus Wakil Dekan Faculty of Humanities and Creative Industries Petra Christian University (PCU) atau UK Petra Surabaya Ido Prijana Hadi, menilai bahwa fenomena ini bukan sekadar tren, melainkan bentuk ekspresi kolektif dari masyarakat, khususnya anak muda. “Ini lebih dari sekadar tagar. Ada keresahan di generasi muda yang merasa terpinggirkan. Mereka merasa peluang yang ada semakin sempit, dan solusi yang mereka lihat adalah dengan mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri,” jelas Ido, Selasa (4/3/2025). Dari sudut pandang Ilmu Komunikasi, menurut Ido, fenomena tagar ini dapat dikategorikan sebagai simbol komunikasi atau propaganda, yang berfungsi untuk menyampaikan ketidakpuasan terhadap kondisi yang ada. “Dalam komunikasi massa, kita mengenal konsep agenda setting, di mana simbol atau pesan yang disampaikan melalui media sosial dapat mempengaruhi opini publik dan bahkan kebijakan pemerintah,” ujar Ido. “Hashtag seperti ini menjadi bentuk ekspresi dan harapan masyarakat agar pemerintah lebih memperhatikan kondisi mereka,” sambungnya. Ido menilai, media sosial punya kekuatan yang luar biasa dalam perkembangan fenomena tersebut. “Hashtag seperti ini bisa menjadi pemicu bagi perubahan agenda pemerintah,” katanya. Sebagai simbol ketidakpuasan, Ido menyampaikan, hashtag ini berfungsi untuk memberi tahu pemerintah bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Agenda hashtag bisa saja mendorong perubahan dalam kebijakan,” ujar dosen yang juga Wakil Ketua Umum 4 Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Pusat ini.

Ilustrasi Tagar#KaburAjaDulu. Sumber : Humas UK Petra Surabaya Di balik munculnya tagar KaburAjaDulu, Ido menuturkan, kemajuan teknologi menjadi faktor yang berperan penting. “Dulu, media sosial tidak sebesar saat ini. Sekarang, teknologi memungkinkan masyarakat, terutama generasi muda untuk mengungkapkan protes mereka dengan cara yang lebih terbuka,” tutur Ido.

#KaburAjaDulu, dikatakan Ido, adalah cerminan dari generasi muda yang merasa terpinggirkan dan mencari tempat yang lebih layak untuk berkembang. “Meski banyak anak muda yang mencari peluang di luar negeri, dosen yang memiliki kepakaran dalam komunikasi massa itu mengingatkan bahwa hal ini juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi Indonesia.Jika terlalu banyak generasi muda yang pergi dan tidak kembali, Indonesia bisa kehilangan potensi terbaiknya,” terang Ido. Dosen PCU yang diketahui, jugamengoordinasi pengembangan ASPIKOM di Wilayah Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTT dan NTB itu menyampaikan, dalam menanggapi fenomena ini, pemerintah perlu merespons dengan kebijakan yang berpihak pada masyarakat. “Pemerintah harus memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang di dalam negeri. Kebijakan terkait pekerjaan, pendidikan, dan kesejahteraan harus lebih jelas, dengan akses yang lebih besar kepada mereka. Transparansi dalam pengelolaan anggaran juga diperlukan agar kepercayaan publik lebih terbangun,” tegas Ido. Melalui fenomena

#KaburAjaDulu yang semakin meluas, Ido berharap, agar pemerintah bisa mendengarkan aspirasi ini dan mulai menciptakan peluang yang lebih baik untuk anak muda. “Generasi muda tidak hanya menginginkan pekerjaan, tapi juga membutuhkan kesempatan untuk berkembang. Pemerintah harus memperhatikan hal ini, agar anak muda merasa optimis dan memiliki harapan untuk masa depan mereka di Indonesia,” pungkasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Unit Resmob Polres Tanjung Perak Tangkap 3 Pelaku Penusukan di Jalan Jakarta Surabaya

Rab Mar 5 , 2025
Liputan Cyber || Surabaya Unit Resmob Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak akhirnya menangkap pelaku penusukan di Jalan Jakarta, Surabaya. Tiga pelaku diamankan yaitu AFA, 31, SA, 33, dan H, 40, ketiganya warga Surabaya. Sementara satu tersangka lagi MT sang eksekutor saat ini masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).   Kasatreskrim […]