Liputan Cyber || Trenggalek Jatim

Program Rimbawan Mengajar yang digagas oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Timur dipastikan akan hadir di Kabupaten Trenggalek pada Mei 2025. Kepastian ini diperoleh setelah perwakilan Rimbawan Mengajar menghadiri pertemuan dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Trenggalek pada 20 Februari 2025 kemarin.
Pertemuan yang berlangsung di kantor Disdikpora ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar, M. Ika Rahmanu, serta dua kepala sekolah dengan predikat Sekolah Adiwiyata Nasional, Koordinator Wilayah Kecamatan Trenggalek, Kepala Seksi Manajemen dan Kurikulum Sekolah Dasar, dan beberapa staf Disdikpora. Dalam pertemuan tersebut, Ika Rahmanu menyampaikan apresiasi atas kehadiran program ini yang dinilai dapat mendukung visi dan misi Kabupaten Trenggalek dalam mewujudkan “Net Zero Carbon”.
Akhmad David, perwakilan dari Seksi KSDA Wilayah (SKW) I Kediri,dalam keterangannya, Senin (24/2/2025) menjelaskan bahwa Rimbawan Mengajar bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa tentang kehutanan, lingkungan, keanekaragaman hayati, serta pelestarian alam dan dampaknya. “Saat ini, Rimbawan Mengajar masih fokus terhadap pendidikan lingkungan di tingkat sekolah dasar,” ujarnya.
Dalam pertemuan ini, Kepala SDN Sengon – Bendungan dan Kepala SDN 2 Surondakan menyarankan agar kegiatan Rimbawan Mengajar dilaksanakan pada Mei 2025. Penjadwalan ini mempertimbangkan agenda kegiatan sekolah, termasuk pelaksanaan ibadah bulan Ramadhan dan ujian semester.
Ika Rahmanu menambahkan bahwa jika program ini memberikan dampak positif bagi lingkungan dan pendidikan, ada kemungkinan besar untuk dijadikan sebagai agenda tahunan di Kabupaten Trenggalek.
Sebagai bagian dari persiapan, petugas SKW I Kediri telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek terkait penggunaan Hutan Kota (Huko) sebagai lokasi praktikum Rimbawan Mengajar. Tony Widianto, Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata, menyambut baik inisiatif ini dan memberikan dukungan penuh atas pemanfaatan Huko sebagai pusat pendidikan lingkungan.
“Huko akan dikembangkan sebagai lokasi pendidikan lingkungan, dan kami juga menyediakan bibit gratis bagi peserta Rimbawan Mengajar untuk ditanam di area Huko,” ungkap Tony Widianto.
Dengan berbagai dukungan dari pemerintah daerah dan instansi terkait, program Rimbawan Mengajar diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa sekolah dasar di Trenggalek. (Red)

