Exit Meeting PMPZI 2025, Kemenag Sidoarjo Perkuat Komitmen Birokrasi Bersih

Liputan Cyber || Jatim

Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo mengikuti Exit Meeting serta pengumuman hasil penilaian pendahuluan calon Pilot Project PMPZI (Penilaian Mandiri Pelaksanaan Zona Integritas) tahun 2025 secara daring, di Aula Al Ikhlas 2.

 

Dalam pemaparannya, Ketua Tim Penguatan Organisasi Biro Ortala Kemenag RI, Lukman Hakim, menjelaskan beberapa poin utama yang menjadi kunci keberhasilan pembangunan Zona Integritas. “Pemimpin harus memiliki komitmen nyata dalam menciptakan birokrasi yang bersih, bebas dari korupsi, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ungkapnya.

 

Selain itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kemudahan pelayanan serta penguatan aspek hospitality agar masyarakat mendapatkan layanan yang optimal. Seperti dilansir dari laman jatim.kemenag.go.id pada Kamis (20/2/2025).

 

“Monitoring dan evaluasi juga harus dilakukan secara berkelanjutan untuk memperbaiki kekurangan, mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat, serta memastikan program tetap berjalan sesuai jalurnya,” tambahnya. Tak kalah penting, Lukman juga menyoroti peran management media dalam membangun pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

 

Melalui penilaian pendahuluan ini, Kemenag Sidoarjo mencatat capaian sebesar 6,43 poin dalam area Penataan Sistem Manajemen SDM serta 9,20 poin dalam area Penguatan Pengawasan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Kemenag Sidoarjo terus berkomitmen dalam membangun zona integritas yang kuat. “Kami akan terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan demi mewujudkan birokrasi yang lebih profesional dan terpercaya,” ujar salah satu perwakilan tim Zona Integritas Kemenag Sidoarjo. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Rayakan Pelantikan Wali Kota Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya Sediakan Laman Pelaporan Aksi Sosial

Kam Feb 20 , 2025
Liputan Cyber || Jatim Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajak masyarakat dan instansi untuk menggantikan tradisi pengiriman karangan bunga dengan aksi sosial sebagai bentuk perayaan atas pelantikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.   Masyarakat dapat berpartisipasi dengan memberikan santunan kepada […]