Liputan Cyber || Jatim

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur mengadakan acara pelatihan tata rias bertajuk ‘Perempuan Cantik, Perempuan Hebat’. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Kominfo Jatim, Surabaya, pada Jumat (14/2/2025) ini, merupakan pertemuan rutin DWP Kominfo Jatim yang digelar setiap dua bulan sekali.
Kegiatan pelatihan tata rias diikuti oleh anggota DWP Diskominfo Jatim yang melakukan praktik merias diri sesuai dengan tema kegiatan. Ada hadiah menarik bagi peserta dengan hasil tata rias yang paling bagus dan rapi. Berbagai bazar pun hadir, dari mukenah, gamis, kebaya, bros, lotion, sabun cuci, produk makanan dan lain-lain.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita pun hadir menyaksikan kegiatan pertemuan rutin DWP ini. Ia mengapresiasi dan berterima kasih kepada DWP Kominfo Jatim yang telah mengadakan kegiatan rutin dengan tema menarik ini.
“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Dharma Wanita Persatuan Dinas Kominfo Jatim yang telah mengadakan pertemuan rutin dengan tema menarik ini. Semoga dengan kegiatan kali ini, para perempuan di Dinas Kominfo Jatim bisa menjadi sosok yang sadar akan potensi dirinya masing-masing dan optimis menjadi perempuan hebat ke depannya,” ujar Sherlita.
Dalam kegiatan yang diikuti sejumlah 60 pengurus dan anggota DWP Kominfo Jatim ini, Ketua DWP Kominfo Jatim, Sis Dwi Ari Fadlil Chusni menegaskan, bahwa kecantikan perempuan tidak hanya terpancar dari riasan luar, tetapi juga dari keberanian, ketulusan, dan aura positif yang dibagikan kepada lingkungan sekitar.
“Kita sebagai perempuan, baik sebagai istri, ibu, sahabat, maupun teman bagi anak-anak kita, harus selalu ingat untuk merawat diri, karena itu bagian dari pengembangan diri,” ujar Sis Dwi dalam sambutannya.
Sis Dwi menilai, perempuan hebat adalah mereka yang percaya diri, pantang menyerah, dan berani menghadapi tantangan. “Cantik bukan hanya soal rupa, tetapi juga hati yang tulus dan keberanian dalam menjalani hidup,” katanya.
Bagi Sis Dwi, acara ini menjadi bukti komitmen DWP Kominfo Jatim dalam memberdayakan perempuan agar semakin berdaya, percaya diri, dan menginspirasi banyak orang.
Definisi Perempuan Cantik
Dalam acara ini, para peserta dilatih merias diri oleh para mentor dari penata rias kecantikan ternama. Salah satu mentor sekaligus Promotor Market Development Brand bernama Mei Putri menjelaskan, bagi dirinya, definisi perempuan cantik adalah yang mampu memancarkan pesona dari luar sekaligus keindahan dari dalam.
“Jadi selain dari perempuan itu bisa menjaga penampilan fisik, mereka juga bisa menjaga hatinya,” ungkap Mei.

Para pemenang tata rias DWP Kominfo Jatim, Jumat (14/2/2025). Foto : Wahyu / JNR
Sebagai mentor tata rias, menurut Mei, tujuan dilaksanakannya beauty class hari ini adalah untuk membantu ibu-ibu anggota DWP Kominfo Jatim agar dapat belajar make up.
“Yang aku dengar dari Ibu Gigi, ibu-ibu DWP Kominfo Jatim ini jarang memakai make up saat ada acara atau kegiatan pertemuan. Karena itu diadakan kelas ini dengan harapan mereka bisa lebih mendalami make up,” terang Mei.
Peserta dengan Tata Rias Terbaik
Setelah pelaksanaan rangkaian acara beauty class tersebut, diselenggarakan pemberian penghargaan untuk kategori tata rias terbaik kepada dua peserta terbaik.
Salah satu dari peserta terbaik, yakni seorang pegawai dari Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Dinas Kominfo Jatim yang terpilih adalah Angle Andira Nastyani. Ia mengaku, pihaknya tidak menyangka bisa memenangkan penghargaan tersebut, mengingat banyak peserta lain yang juga tampil luar biasa.
“Nggak kepikiran untuk menang karena banyak yang lebih bagus dari aku, tapi dari sini aku jadi bisa belajar make up lebih baik lagi. Alhamdulillah, bersyukur sekali,” ungkap Angel.
Bagi Angel, mengikuti Beauty Class merupakan pengalaman yang menarik dan bermanfaat, terutama bagi mereka yang belum terbiasa menggunakan make up. Menurutnya, penerapan make up dalam kehidupan sehari-hari itu penting.
“Karena itu adalah cara menghargai diri kita sendiri, make up bukan hanya sekadar riasan, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Kadang orang takut dinilai karena make up-nya, padahal dengan make up kita bisa menunjukkan kecantikan versi diri sendiri dan merasa lebih percaya diri,” ucapnya.
Sebagai peserta, Angel berharap semoga acara seperti ini terus dikembangkan, sehingga semakin banyak perempuan yang berani mengekspresikan diri dan memahami bahwa kecantikan datang dalam berbagai bentuk.
“Jangan malu untuk make up, karena ini adalah cara kita menghargai diri sendiri,” tutupnya.
Acara ini tidak hanya menghadirkan beauty class, tetapi juga turut mendukung UMKM lokal di bidang kuliner dan fashion. Selain itu, audisi beauty class menjadi daya tarik tersendiri dengan hadiah bagi peserta yang mampu menampilkan riasan terbaik dan sempurna.(Red)

