Liputan Cyber || Jatim

Setelah berlangsung di tiga daerah, gelaran Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) BPBD Jatim berlanjut di Kabupaten Malang dan Ponorogo. Pembukaan kegiatan ini dilangsungkan, Rabu (12/2/2025), dengan lokasi SMAN 1 Ngantang Malang dan SMKN 2 Ponorogo.
Untuk di Malang, kegiatan peningkatan kapasitas kebencanaan bagi civitas sekolah ini dibuka Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih, dengan didampingi Plt. Kabid PK BPBD Jatim, Dadang Iqwandy. Hadir juga, Kalaksa BPBD Kabupaten Malang R Ichwanul Muslimin, Kepala SMAN 1 Ngantang, dan fasilitator dari SRPB Jatim.
Sedang di SMKN 2 Ponorogo, pembukaan SPAB dihadiri Kalaksa BPBD Kabupaten Ponorogo Masun S.Pt, Kepala SMKN 2 Ponorogo Farida Hanim Handayani dan fasilitator dari SRPB Jatim.
Seperti di lokasi sasaran sebelumnya, di dua lokasi ini juga disampaikan beberapa materi terkait SPAB dan simulasi evakuasi mandiri bencana gempa atau bencana lainnya. Selain itu, juga diserahkan rambu jalur evakuasi, rambu titik kumpul, poster kebencanaan, Majalah Tangguh dan Buku Saku Pengenalan Bencana.
Hikmah Bafaqih, dalam keteragan tertulisnya, Kamis (13/2/2025) mengapresiasi upaya sosialisasi penanggulangan bencana yang dilakukan BPBD Jatim melalui kegiatan SPAB ini. Sebab, baginya, potensi bencana di Jatim yang begitu beragam ini perlu dikenalkan kepada masyarakat, tidak terkecuali siswa sekolah, termasuk strategi penanganannya.
Ia juga berharap, sosialisasi penanggulangan bencana seperti ini juga dikembangkan di lingkungan Pondok Pesantren. Karena jumlah pesantren, baik di Malang maupun di Jawa Timur ini sangat banyak, dan tidak sedikit yang berada di daerah rawan bencana.
Plt Kabid PK BPBD Jatim Dadang Iqwandy pun mengamini harapan tersebut. Ia pun menyampaikan terimakasih atas dukungan anggota DPRD Jatim dalam upaya sosialisasi penanggulangan bencana di Jawa Timur. Baginya, upaya ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan mengurangi risiko bencana yang berpotensi terjadi di Jatim. (Red)

