Liputan Cyber || Jatim

Virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan sebetulnya telah merebak lama di China, meski dikatakan tak berbahaya ternyata virus ini dapat merenggut nyawa. Oleh karenanya banyak masyarakat Indonesia yang turut khawatir akan hal tersebut, sehingga membuat Kaprodi sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya atau Petra Christian University (PCU), dr. Cyntia Puspa Pitaloka, memberikan tanggapannya sebagai ahli.
“Sebenarnya HMPV sudah lama beredar, terutama di negara dengan empat musim. Karena biasanya virus ini muncul bersamaan dengan virus-virus gangguan pernapasan lainnya di musim dingin,” dr. Cyntia, kepada Jatim Newsroom, Jumat (7/2/2025).
Penyebaran virus HMPV pun sama, dr. Cyntia menerangkan, virus ini menyebar melalui droplet atau percikan air liur individu yang terinfeksi.
Gejala HMPV
Dr. Cyntia menyebutkan, ada beberapa gejala yang ditimbulkan HMPV, antara lain batuk, pilek, dan demam, seperti gejala flu ringan pada umumnya. Namun, pada individu rentan (anak di bawah lima tahun, lansia, atau penderita penyakit kronis), virus ini dapat menyebabkan gejala berat, seperti bronkitis, pneumonia, hingga gagal nafas.
Sebagai ahli, dr. Cyntia memastikan, di Indonesia saat ini masih belum ada pemberitaan atau tanda bahwa HMPV akan menjadi pandemi seperti Covid-19.
Terkait kepanikan yang muncul, dokter yang memiliki spesialisasi di bidang kesehatan masyarakat itu menilai, bahwa ada sebagian besar masyarakat Indonesia masih trauma dengan pandemi Covid-19.
“Penyebaran HMPV lebih lambat dibanding Covid-19, dan gejalanya relatif ringan. Hal terpenting adalah tetap tenang dan jangan stres, karena stres justru bisa menurunkan imunitas,” ujar dr. Cyntia.
Kaprodi Fakultas Kedokteran UK Petra Surabaya, dr. Cyntia Puspa Pitaloka. Foto : Humas PCU
Tips Pencegahan
Oleh karenanya, untuk mencegah penularan HMPV, dr. Cyntia merekomendasikan tiga tips menerapkan hidup sehat, yakni, Diet, Olahraga dan Sehat atau yang disingkat ‘DOI’.
“Diet adalah menjaga pola makan dengan memperhatikan kalori yang masuk ke dalam tubuh. Jangan sampai kalori yang diterima oleh tubuh lebih banyak dari yang diperlukan. Sebab, hal ini dapat menyebabkan overweight, sehingga kita akan rentan terhadap penyakit,” kata dr. Cyntia.

Tips selanjutnya, dr. Cyntia menuturkan, supaya rutin olahraga, artinya dengan melakukan aktivitas fisik yang dapat meningkatkan sistem imun. Hindari mager atau malas gerak, karena olahraga membantu tubuh untuk tetap sehat dan bugar.
“Lalu, istirahat yang cukup sangatlah penting untuk proses regenerasi sel tubuh. Sebab di saat inilah, tubuh mempunyai kesempatan untuk “membersihkan” dirinya dari racun ataupun penyakit,” tuturnya.
Selain itu, dr. Cyntia juga menganjurkan, agar rajin mencuci tangan, menggunakan masker saat berada di kerumunan, dan menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi kunci pencegahan berikutnya.
“Kita sudah belajar dari pandemi Covid-19, jadi kita harus tetap tenang dan jangan panik. Selalu jaga kesehatan psikis maupun fisik dengan beberapa tips tadi,” pesan penutup dari dr. Cyntia.(Red)

