BPS Jatim Catat NTP Januari 2025 Naik 1,16 Persen

Liputan Cyber || Jatim

Sebagai salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan, besaran Nilai Tukar Petani (NTP) di Jawa Timur perlu diukur tingkatannya. Oleh karena itu, kali ini Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim) mencatat, pada Januari 2025 ini Provinsi Jawa Timur sebesar 113,26 atau naik 1,16 persen.

 

“NTP Jawa Timur bulan Januari 2025 naik 1,16 persen dari 111,96 menjadi 113,26. Kenaikan NTP ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani atau It naik sebesar 1,35 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani atau Ib sebesar 0,19 persen,” ujar Zulkipli, melalui siaran pers Berita Resmi Statistik (BRS), pada Selasa (4/2/2025).

 

Selain untuk melihat tingkat kemampuan daya beli petani, Zulkipli menerangkan, NTP juga diukur untuk menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

 

Ia menambahkan, kenaikan Indeks harga yang diterima petani (lt) pada Januari 2025 sebesar 1,35 persen tersebut, merupakan hasil dari perbandingan dengan Desember 2024, yaitu dari 138,19 menjadi 140,05.

 

“Kenaikan indeks ini disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima petani di tiga subsektor pertanian,” tambah Zulkipli.

 

Kenaikan It tertinggi, diungkapkan Zulkipli, terjadi pada subsektor Hortikultura sebesar 14,99 persen, diikuti subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 3,22 persen, dan subsektor Perikanan sebesar 1,54 persen.

 

“Sedangkan penurunan lt, yang terdalam terjadi pada subsektor Peternakan sebesar 2,38 persen, diikuti subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,73 persen,” ungkapnya.

 

Di sisi lain, pada Januari 2025, Zulkipli menyampaikan, tiga subsektor pertanian pun mengalami kenaikan NTP dan dua subsektor lainnya mengalami penurunan NTP.

 

Ia mengatakan, subsektor yang mengalami kenaikan NTP tertinggi yaitu subsektor Hortikultura sebesar 14,49 persen dari 136,04 menjadi 155,75, diikuti subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 2,81 persen dari 114,09 menjadi 117,29, dan subsektor Perikanan sebesar 1,38 persen dari 97,77 menjadi 99,12.

 

“Sedangkan subsektor yang mengalami penurunan NTP terdalam yaitu subsektor Peternakan sebesar 2,13 persen dari 103,60 menjadi 101,39, diikuti subsektor Tanaman Pangan sebesar 1,03 persen dari 111,06 menjadi 109,92,” ucap Zulkipli.

 

Di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTP pada Januari 2025, Zulkipli mengungkapkan, terdapat empat provinsi yang mengalami kenaikan NTP dan satu provinsi memiliki NTP yang relatif stabil.

 

“Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Jawa Barat sebesar 2,21 persen, diikuti Provinsi Jawa Timur sebesar 1,16 persen, Banten sebesar 0,71 persen, dan Jawa Tengah sebesar 0,58 persen. Sedangkan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki NTP yang relatif stabil,”ungkap Zulkipli.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ini 10 Komoditas Utama Faktor Pengaruh Indeks Harga yang Diterima Petani pada NTP Januari 2025

Rab Feb 5 , 2025
Liputan Cyber || Jatim Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim) menjabarkan sepuluh komoditas utama faktor pemberi pengaruh indeks harga yang diterima petani (lt) pada besaran Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Jawa Timur Januari 2025.   Melalui Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Jatim, Selasa (4/2/2025), Kepala BPS Jatim […]