Liputan Cyber || Jatim

Japanese Red Cross Society (Palang Merah Jepang) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam program kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana di pesisir selatan Jember, Jawa Timur. Program ini melibatkan pelatihan khusus bagi relawan dan staf untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam menghadapi bencana.
Dilansir Tim JNR Kominfo Jatim dari laman pmijawatimur.or.id pada Jumat (31/1/2025), pelatihan ini menjadi langkah awal dari serangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan di Kecamatan Puger dan Gumukmas, Jember. “Sebelum terjun ke lapangan, peserta harus dibekali dengan pelatihan teknis terlebih dahulu,” ujar Weni Catur, Koordinator School and Community Resilience (SCR) Project.
Pelatihan bertajuk Pelatihan Dasar Disaster Risk Reduction (DRR) dan Enhanced Vulnerability Capacity Assessment (EVCA) ini diadakan di Hotel Safari Jember, dengan peserta sebanyak 20 staf dan relawan PMI Kabupaten Jember.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi teknis dari fasilitator yang berasal dari perwakilan JRCS di Indonesia, PMI Pusat, PMI Provinsi Jawa Timur, serta PMI Kabupaten Jember. Materi yang disampaikan meliputi pengelolaan bencana, kesiapsiagaan dan pengurangan risiko, proses tanggap darurat dan pemulihan, konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana, serta kajian risiko yang mencakup identifikasi bahaya (hazard) dan kapasitas masyarakat. “Pelatihan ini berlangsung selama empat hari karena selain teori, peserta juga harus mengikuti praktik seperti simulasi, teknik komunikasi, dan koordinasi dengan warga,” jelas Weni Catur.
Lebih lanjut, Weni menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan membangun ketangguhan sekolah dan masyarakat (School and Community Resilience), serta memperkuat strategi pengurangan risiko bencana (Disaster Risk Reduction) melalui pendekatan Enhanced Vulnerability Capacity Assessment (EVCA).
Ketua PMI Kabupaten Jember, Dr. Muhammad Thamrin, SE, MM, menekankan bahwa pelatihan ini penting untuk membentuk sikap percaya diri, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta membangun semangat juang yang tinggi. “Kami ingin memastikan program kerja sama ini berjalan dengan baik, sehingga masyarakat pesisir selatan Jember benar-benar memahami kesiapsiagaan terhadap ancaman gempa dan tsunami,” ujarnya. (Red)

