Dihentikan Sementara, Bangunan Cluster Paddington WBM Belum Ada Kesepakatan

Liputan Cyber – Surabaya, Jawa Timur

Upaya mediasi rencana pembangunan Cluster Paddington di Perumahan Wisata Bukit Mas (WBM) belum ada kesepakatan antara pihak Wisata Bukit Mas dengan warga RW 04 dan RW 06 Kelurahan Lidah Wetan serta masjid Al-Hidayah membuat Forkopimda dan dinas terkait Kota Surabaya akhirnya dihentikan.

Mediasi yang membahas permasalahan terkait rencana pembangunan cluster Paddington di perumahan wisata bukit mas (WBM) digelar di Kelurahan Lidah Wetan, Senin (10/01/2022) kemarin.

Acara mediasi dihadiri Camat Lakarsantri, Danramil Lakarsantri/ yang mewakili, Kapolsek Lakarsantri/ yang mewakili, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, perwakilan Dinas PU Cipta Karya kota Surabaya, perwakilan dari Wisata Bukit Mas, Takmir masjid Al-Hidayah, Tim 12 Masjid Al-hidayah, Ketua RW 04 Dan 06 Lidah wetan, dan tokoh masyarakat Lidah wetan.

Dalam mediasi tersebut, juru bicara tim 12 Masjid Al-hidayah Mulyono kembali mengatakan ”Kami menginginkan Masjid kami aman, baik sebelum Masjid dibangun, waktu dibangun, dan setelah dibangun. Sedangkan kesepakatan yang kami inginkan adalah aadanya kajian dari dinas terkait yang menjamin pembangunan cluster Paddington di perumahan wisata bukit mas (WBM) tidak berdampak pada bangunan Masjid, dan ada yang bertanggung jawab, apabila cluster pembangunan wisata bukit mas,” ujar Mulyono.

“Makanya, jangan sampai berdampak pada struktur bangunan Masjid Al Hidayah, hanya itu keinginan kami dan harapan kami, Masjid tetap aman, jamaah juga nyaman.
Karena masjid Al-hidayah ini dibangun dari amal jariyah Jamaah, bukan pihak perumahan yang bangun,” terang Mulyono dalam mediasi.

Keputusan Tim 12 akan terus berupaya memperjuangkan keselamatan masjid Al-Hidayah. Menurut Mulyono, ini adalah perjuangan membela umat Islam, Sampai kapan dan dimanapun akan kita kejar, apabila tidak selesai ditingkat kota kami akan naik ke tingkat yang lebih tinggi, kalau perlu ke Presiden terangnya.

Ditambahkan Aba Sholeh Ketua pelaksana pembangunan Masjid Al-hidayah melanjutkan, ”Apakah pengurukan untuk pembangunan perumahan wisata bukit mas dengan tinggi mencapai tiga meter akan menjamin keamanan dan bebas dari banjir? Masjid Al-hidayah pastinya akan berdampak. Untuk itu kami meminta agar dikaji ulang mengenai dampak pada lingkungan dan tingkat keamanan pada bangunan Masjid Al hidayah untuk diperhatikan,” ucap Aba Sholeh.

“Perlu diketahui, Masjid Al hidayah dibangun pada tahun 2010. Pada tahun tersebut, pondasi bangunan Masjid sudah sesuai Spesifikasi bangunan dan juga sudah menyesuaikan anggaran yang ada,” tambahnya.

Sedangkan Camat Lakarsantri Harun Ismail dalam forum mediasi itu meminta untuk menghentikan sementara kegiatan pembangunan Wisata Bukit Mas, dan secepatnya akan melakukan rapat internal dengan dinas terkait Kota Surabaya untuk mengkaji ulang timbulnya polemik yang sedang terjadi, sehingga bisa menemukan kesepakatan yang baik. Kita buat kesepakatan notulen yang ditandatangani semua pihak, tutupnya.

Sementara itu, Didik perwakilan dari pihak Wisata Bukit Mas mengatakan, akan bersinergi dengan masyarakat agar saling menguntungkan. Kita menghormati hasil keputusan pada forum mediasi, dan mengehentikan sementara kegiatan pengurukan dan pembangunan untuk cluster Paddington.

Ditambahkan Tamrun anggota DPRD Kota Surabaya kepada awak media melalui sambungan WhatsApp (WA) mengatakan, ”Sekiranya para pihak diharapkan duduk bersama untuk mencari solusi demi kebaikan bersama,” ungkapnya. (gtt/red)

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kebakaran Toko Kelontong dan 2 Rumah di Pacarkeling Gang 7 Akibat Konsleting Listrik

Rab Jan 12 , 2022
Liputan Cyber – Surabaya, Jawa Timur   Toko kelontong yang berada di Jl. Pacarkeling Gang 7 No. 40, RT. 04/RW. 10, Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, mengalami kebakaran pada hari Rabu (12/01/2022) pukul 12:30 WIB.   Dimana kejadian kebakaran itu awalnya diketahui oleh Agus Dwinanto, ketika pulang ke rumahnya […]