Komdigi RI Gelar Media Briefing DIKSI Bahas Strategi dan Digitalisasi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih

Liputan Cyber || Jatim

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI menggelar Media Briefing Diskusi Redaksi (DIKSI) bertema “Koperasi Desa Merah Putih: Strategi & Digitalisasi Perkuat Ekonomi”, bertempat di Surabaya, Kamis (27/11/2025).

 

Kegiatan hybrid yang diikuti media Pokja Grahadi ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Koperasi RI, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur.

 

Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Jatim, Suharlina Kusumawardani, mewakili Kepala Dinas Kominfo Jatim. Ia menekankan pentingnya kesiapan aparatur desa dalam memperkuat koperasi di era digital.

 

“Sebagai provinsi dengan jumlah desa mandiri terbanyak dan pencapaian 100 persen pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, kami ingin memastikan aparatur desa memiliki literasi digital yang kuat,” ujarnya.

 

Ia melanjutkan, “Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi komunitas, literasi digital akan mendorong koperasi desa menjadi lokomotif ekonomi rakyat yang modern dan berkelanjutan.”

 

Sementara itu, Nanang Abu Hamid, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Jatim, menjelaskan perkembangan 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang seluruhnya telah berstatus badan hukum, dengan 99 persen merupakan koperasi baru.

Suharlina Kusumawardani, Sekretaris Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur saat memberikan sambutan pada Media Briefing Diskusi Redaksi (DIKSI) bertema “Koperasi Desa Merah Putih: Strategi & Digitalisasi Perkuat Ekonomi”

Ia menyampaikan bahwa pembangunan gerai terus berjalan di seluruh Jawa Timur. “Saat ini ada 1.915 gerai koperasi yang sedang dibangun, dan ratusan lainnya telah beroperasi. Layanannya juga makin beragam, mulai sembako, apotek, klinik, logistik, pergudangan, simpan pinjam, hingga usaha berbasis potensi desa.” jelasnya.

 

Nanang menegaskan bahwa keberadaan gerai tersebut bukan hanya menjadi pusat layanan, tetapi juga penggerak ekonomi lokal. “Kami ingin koperasi desa hadir nyata sebagai kekuatan ekonomi warga, bukan hanya sebagai lembaga administratif.” ujarnya.

 

Materi digitalisasi desa disampaikan oleh Eko Setiawan, Ketua Tim Kemitraan Publik Dinas Kominfo Jatim. Ia menekankan bahwa transformasi digital menjadi fondasi penguatan koperasi desa.

 

“Dengan 4.716 Desa Mandiri (terbanyak secara nasional) digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Penguatan akses internet, pengelolaan website desa, hingga pemanfaatan radio komunitas menjadi bagian penting dari ekosistem digital desa.” terang Eko.

 

Ia juga menyoroti peran strategis Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). “Jatim memiliki 1.119 KIM, dan 707 di antaranya sudah terintegrasi dengan KDKMP. KIM ini adalah penghubung masyarakat, penyebar literasi digital, serta jembatan informasi agar koperasi desa semakin dikenal dan dimanfaatkan.” ujarnya.

 

Melalui diskusi ini, Komdigi RI mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, media, dan masyarakat untuk memperkuat Koperasi Desa Merah Putih serta mempercepat digitalisasi desa secara inklusif dan berkelanjutan di Jawa Timur. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Diskominfo Jatim Terima Kunjungan UPN Veteran Jatim Bahas Penguatan Manajemen Isu dan Krisis

Kam Nov 27 , 2025
Liputan Cyber || Jatim Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur dalam rangka pendalaman praktik kehumasan terkait manajemen isu dan komunikasi krisis. Kegiatan berlangsung di Ruang Anjasmoro Lantai 4 Diskominfo Jatim, Kamis (27/11/2025).   Kepala Diskominfo […]