Liputan Cyber || Jatim

Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur menggelar technical meeting (TM) secara virtual melalui Zoom sebagai persiapan pelaksanaan Santri OPOP Camp 2025. Kegiatan hasil kolaborasi OPOP Jatim dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim ini mengusung tema “Santri Digital Bebas Finansial”. TM digelar untuk memastikan seluruh peserta memahami teknis kegiatan sebelum acara puncak di Candra Wilwatikta, Pandaan, pada 26–27 November 2025 mendatang.
Dalam siaran persnya, Senin (24/11/2025), disebutkan, sebanyak 200 santri dari 100 pesantren se-Jawa Timur mengikuti TM setelah melalui proses seleksi dari ratusan pendaftar. Antusiasme peserta terlihat sejak awal sesi, menandakan keseriusan mereka dalam mengikuti pembekalan yang berfokus pada kompetensi digital dan kemandirian ekonomi santri.
Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Mohammad Ghofirin, turut hadir memberikan arahan. Ia menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting karena pendekatan pembinaan OPOP semakin memperkuat digitalisasi dan pemanfaatan teknologi modern, termasuk artificial intelligence. Ia mengajak seluruh peserta bangga serta bersyukur karena berhasil menjadi bagian dari Santri OPOP Camp 2025.
Dalam arahannya, Gus Ghofirin, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya kedisiplinan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tanpa ada yang meninggalkan sesi sebelum tuntas. Ia menyebut bahwa pengalaman dua hari satu malam di Candra Wilwatikta akan menjadi kesempatan pembelajaran yang berharga dan tidak terlupakan. Technical meeting ini digelar agar seluruh peserta memahami teknis acara sebelum kegiatan utama pada hari Rabu dan Kamis mendatang.
Gus Ghofirin juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, atas komitmennya yang tak pernah surut dalam mendukung program OPOP Jatim. Ia menyebut bahwa dukungan Gubernur Khofifah selama ini sangat berarti mulai dari membuka ruang kolaborasi, mendorong penguatan ekonomi pesantren, hingga memberikan perhatian penuh terhadap pengembangan potensi santri di seluruh Jawa Timur. Menurutnya, keberlanjutan program seperti Santri OPOP Camp tidak lepas dari dukungan Gubernur Khofifah yang selalu mendorong agar pesantren semakin mandiri dan berdaya saing.
Menyambung keterangan Nuris Imam S. dari Disbudpar Jawa Timur, selain penjelasan teknis kegiatan, ia juga memaparkan jadwal materi yang akan diikuti peserta selama Santri OPOP Camp 2025. Terdapat tiga materi utama yang disertai sesi praktik, yaitu:
Materi 1 oleh Gus Ghofirin, Sekjend OPOP Jatim – “Mencetak Santripreneur Unggul di Era Digital”
Materi 2 oleh Syauqi Haris, Software Development – “Optimalisasi Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Penjualan Digital”
Materi 3 oleh Alan Hafiludi, Cooperative Innovator – “Cara Cerdas Jualan di Media Sosial”
Di akhir kegiatan, peserta juga akan mengikuti gelar karya dan penilaian, sebagai bentuk evaluasi dan unjuk kemampuan atas hasil pembelajaran selama camp.
Selain itu, Nuris Imam turut menyampaikan daftar kebutuhan yang wajib dibawa oleh peserta selama mengikuti OPOP Camp 2025, meliputi Keperluan Pelatihan, seperti Laptop, Produk pesantren. Sedangkan Keperluan Pribadi, meliputi : Baju bebas rapi, Baju tidur, Peralatan ibadah, Peralatan mandi, Obat-obatan pribadi, Sepatu, Sandal, dan Jaket.
Melalui Technical Meeting ini, seluruh peserta diharapkan lebih siap mengikuti rangkaian Santri OPOP Camp 2025 yang dirancang untuk mencetak generasi santri adaptif, kreatif, dan kompeten menghadapi tantangan ekonomi digital masa depan.(red)

