Liputan Cyber || Jatim

Suasana Maspion Square Surabaya berubah menjadi pusat kreativitas dan teknologi saat Gebyar Startup 2025 digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur. Acara ini menjadi ruang temu bagi ratusan pelajar, komunitas game, pelaku industri kreatif, dan masyarakat umum dalam serangkaian kegiatan yang merayakan semangat inovasi dan kewirausahaan digital.
Lebih dari 150 peserta ambil bagian dalam berbagai aktivitas, mulai dari Gelar Produk Inovasi, pameran UMKM, kompetisi game development, turnamen Mobile Legend, hingga bootcamp sociopreneurship. Kehadiran para pejabat seperti Kepala Disperindag Jatim Iwan, Kepala Dinas Kominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin, dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa menunjukkan dukungan penuh terhadap gerakan startup yang digerakkan anak muda.
Dalam sambutannya, Kepala Disperindag Jatim Iwan menyampaikan, bahwa acara tahun ini dikonsep lebih fokus dan tematik dibandingkan tahun sebelumnya. Tujuannya adalah memperkuat kualitas ekosistem startup di Jawa Timur, terutama di sektor industri kreatif dan game yang kini mendapat perhatian nasional. Ia juga menekankan bahwa semangat muda yang dinamis dan penuh ide harus terus dihidupkan, meskipun usia para penggeraknya tak lagi di kategori generasi muda.
Dalam rilis Disperindag Jatim, Senin (23/6/2025), kompetisi game menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara ini. Untuk kategori Mobile Legend, tim South Garden keluar sebagai juara pertama, disusul Lunar Vanguard dan Pecinta Bantras. Di bidang pengembangan game, Kopmart “Let’s Play Game Studio” meraih juara pertama dengan nilai 1.531 lewat proyek bertema koperasi jasa multi pihak. Posisi kedua ditempati Gingersun Games dengan game “Bubbleblitz Treasure”, dan ketiga diraih Autowin Squad lewat “The Last Treasure”.
Iwan menyoroti potensi besar industri kreatif Jawa Timur, yang saat ini menyumbang sekitar Rp300 triliun atau 10% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), melampaui rata-rata nasional. Dengan jumlah penduduk mencapai 41 juta jiwa, di mana 9 juta di antaranya adalah anak muda usia 16–30 tahun, Jawa Timur disebut sebagai lahan subur bagi lahirnya inovator dan kreator digital baru.
Acara ini juga digelar dalam momentum penting pasca-terbitnya Peraturan Presiden No. 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Industri Game Nasional. Menurut Iwan, ini adalah sinyal bahwa game bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam forum ini, para pelaku industri game, investor, dan fasilitator didorong untuk berkolaborasi, bahkan beberapa ide game berbasis kearifan lokal seperti “lontong balap” mulai mendapat perhatian.
Gebyar Startup 2025 menjadi bukti bahwa Jawa Timur tidak hanya punya potensi, tapi juga komitmen serius untuk membangun ekosistem digital yang kokoh. Dari semangat anak muda hingga dukungan regulasi, semua bergerak ke arah yang sama: menjadikan kreativitas sebagai kekuatan ekonomi masa depan.(Red)
