Musrenbangcam Tambelangan Sampang Bahas Infrastruktur dan Diversifikasi Komoditas Pangan

Liputan Cyber || Jatim

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sampang Tahun 2026 juga digelar di Kecamatan Tambelangan.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan menyatakan peningkatan infrastruktur penunjang, khususnya jalan dan akses air bersih, akan menjadi prioritas dalam rencana pembangunan tahun 2026.

 

“Kita akan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan seiring dengan pengembangan sektor pertanian. Konektivitas yang baik akan mempercepat distribusi hasil pangan, sementara akses air bersih akan menjamin kelangsungan produksi pertanian, terutama di musim kemarau,” jelasnya seperti dikutip dalam laman Pemerintah Kabupaten Sampang, Senin (10/2/2025).

 

Selain penguatan infrastruktur, Sekda juga menekankan pentingnya diversifikasi komoditas pangan. Tambelangan yang memiliki kontur berbukit dinilai potensial untuk pengembangan tanaman menahun bernilai ekonomi tinggi seperti durian, alpukat, dan kelengkeng.

 

“Tanaman-tanaman ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan agrowisata yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

 

Ia pun menyampaikan harapan agar seluruh usulan yang telah disepakati dapat terealisasi dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

“Mari kita jaga dan tingkatkan capaian pembangunan yang telah diraih, khususnya di sektor ketahanan pangan. Dengan kerja sama yang solid, kita bisa mewujudkan Tambelangan sebagai kecamatan yang mandiri pangan dan sejahtera,” pungkasnya

 

Camat Tambelangan, Syamsul Bahri, menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya. Ia menyebutkan fokus utama Tambelangan adalah pada tanaman unggulan seperti cabai dan bentul, yang selama ini menjadi andalan sektor pertanian lokal.

 

“Kami intens di sektor ketahanan pangan, kita mengutamakan tanaman unggulan Tambelangan, yakni cabai dan bentul, serta infrastruktur penunjang pangan yang terus kita galakkan,” ungkapnya.

 

Namun, Syamsul Bahri juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi, terutama terkait infrastruktur. Menurutnya, konektivitas jalan yang belum sepenuhnya memadai menjadi hambatan utama dalam distribusi hasil pertanian.

 

“Sebagai daerah penyangga kawasan agropolitan di Banyuates, Tambelangan harus memiliki akses jalan yang baik. Tanpa itu, distribusi hasil pertanian kita akan terhambat, yang pada akhirnya mempengaruhi kestabilan ketahanan pangan di wilayah ini,” tambahnya.

 

“Pembangunan ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan bahan pangan, tetapi juga soal bagaimana kita meningkatkan produktivitas pertanian, memperbaiki infrastruktur penunjang, serta mendorong tumbuhnya agribisnis lokal,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa prioritas pembangunan tahun 2026 akan difokuskan pada penguatan sektor-sektor yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, salah satunya adalah ketahanan pangan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sekda Sampang: Musrenbang Langkah Nyata untuk Pembangunan Daerah

Sel Feb 11 , 2025
Liputan Cyber || Jatim Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan, menegaskan Musrenbang bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan langkah nyata dalam pembangunan daerah.   “Anggaran APBD saat ini mengalami refocusing berdasarkan regulasi terbaru. Ada instruksi kepada seluruh kabupaten untuk menyesuaikan kebijakan anggaran,” ujarnya seperti dikutip dalam laman Pemerintah Kabupaten Sampang, […]