LPS Jamin 99,9% Rekening, Sinergi OJK, BI, dan Kemenkeu Dorong Stabilitas Ekonomi Jatim

Liputan Cyber || Jatim

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan jaminan penuh terhadap lebih dari 608 juta rekening simpanan nasabah di bank umum serta 15,8 juta rekening di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), mencakup 99,9% dari total rekening di Indonesia.

 

Hal ini disampaikan oleh Kepala LPS II Provinsi Jawa Timur, Bambang S. Hidayat, dalam Media Briefing yang digelar pada, Jumat (7/2/2025) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.

 

Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Kantor LPS II Jawa Timur, dan Kementerian Keuangan di Provinsi Jawa Timur.

 

Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Menjaga Stabilitas dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur yang Berkelanjutan: Transformasi Menuju Indonesia Emas”, media briefing ini dihadiri oleh 65 jurnalis dari berbagai media di Jawa Timur.

 

Bambang S. Hidayat menegaskan bahwa LPS memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. “Dengan jaminan yang mencakup 99,9% dari total rekening, kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan keamanan dana mereka di bank,” ujarnya.

 

Dalam paparannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Erwin Gunawan Hutapea menyatakan ekonomi Jawa Timur 2024 terjaga baik, tumbuh sebesar 4,93% (yoy). Kinerja ekonomi utamanya ditopang oleh komponen investasi sejalan dengan peningkatan investasi non-bangunan, penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) pada awal tahun 2024, serta berlanjutnya proyek konstruksi swasta di Kawasan Industri/KEK. Secara sektoral, membaiknya ekonomi Jawa Timur didorong oleh sektor perdagangan dan akomodasi, makan, dan minum, serta konstruksi.

 

Kuatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur 2024 didukung oleh terkendalinya inflasi sebesar 1,51% (yoy), lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2,92% (yoy) dan inflasi nasional sebesar 1,57% (yoy). Inflasi yang terkendali tersebut sejalan dengan koordinasi TPID yang dirumuskan dalam kerangka pengendalian inflasi JATIM SIGATI.

 

Sejalan dengan capaian kinerja ekonomi Jawa Timur 2024, Kepala Kantor OJK Jawa Timur, Yunita Linda Sari menyampaikan bahwa kinerja perbankan menunjukkan pertumbuhan yang solid dengan peningkatan kredit sebesar 8,04% (yoy) mencapai Rp614 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4,73% (yoy) menjadi Rp790 triliun. Stabilitas perbankan juga tercermin dari rasio NPL yang turun menjadi 2,88% dan CAR yang kuat sebesar 29,58%. Ketahanan perbankan terhadap risiko likuiditas terjaga sebagaimana tercermin dari AL/DPK sebesar 15,01% dan AL/NCD sebesar 68,58%.

 

Dalam kesempatan ini, Yunita Linda Sari menyampaikan bahwa solidnya kinerja perbankan 2024 juga sejalan dengan capaian kinerja pasar modal, Industri Keuangan Non-Bank, Dana Pensiun, dan Perusahaan Pembiayaan yang membaik.

 

Sejalan dengan pernyataan Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Dudung Rudi Hendratna menyampaikan bahwa sampai dengan akhir 2024 belanja APBN di Jawa Timur tumbuh kuat ditopang oleh pertumbuhan Belanja Kementerian/Lembaga sebesar 13,74%.

Pertumbuhan belanja seiring dioptimalkannya APBN sebagai Shock Absorber, antara lain melalui peningkatan bidang konektivitas dan prasarana umum, bantuan sosial, dan pilkada serentak. Kuatnya kinerja belanja sejalan dengan realisasi pendapatan pajak, kepabeanan dan cukai, serta PNBP yang melampaui target yang ditetapkan sampai dengan akhir tahun 2024.

 

Pada kesempatan ini Kepala LPS II Provinsi Jawa Timur, Bambang S. Hidayat, menyampaikan bahwa LPS menjamin penuh lebih dari 608 juta rekening simpanan nasabah di Bank Umum dan 15,8 juta rekening di BPR/BPRS atau mencakup 99,9% dari total rekening.

 

Kuatnya perekonomian Jawa Timur 2024 dan terjaganya stabilitas sistem keuangan akan berlanjut pada 2025. “Dengan memperhatikan tantangan dan peluang yang ada, prospek ekonomi Jawa Timur 2025 diprakirakan akan terus membaik, tumbuh pada kisaran 4,7-5,5% (yoy), dengan inflasi yang tetap terkendali pada rentang sasaran nasional 2,5±1%”, ucap Erwin Gunawan Hutapea-Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.

 

Ke depan, BI, OJK, Kementerian Keuangan, dan LPS II Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan mendorong ekonomi Jawa Timur. Melalui penguatan sinergi, inovasi, dan kebijakan yang pro-growth, keempat lembaga optimis dapat berkontribusi signifikan dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Lantik Pengurus, Rektor Ajak Ormawa Membuat Program-Kegiatan yang Berdampak bagi Lembaga dan Masyarakat

Sab Feb 8 , 2025
Liputan Cyber || Jatim Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melantik jajaran pengurus Organisasi dan Kemahasiswaan (Ormawa) periode 2025 di Auditorium Utama (Auditum) Rektorat Unesa Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya pada Kamis, 6 Februari 2025.   Jajaran pengurus yang dilantik terdiri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), dan […]