Liputan Cyber || Jatim

Pemerintah Kabupaten Sampang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026 di beberapa kecamatan. Salah satunya, di Kecamatan Sampang.
Pejabat (Pj) Bupati Sampang, Rudi Arifiyanto hadir dalam kegiatan yang dihadiri oleh pimpinan Perangkat Daerah, unsur Forkopimcam, anggota DPRD dari Daerah Pemilihan 1, lurah dan kepala desa se-Kecamatan Sampang, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan, pemuda, dan perempuan.
Pj Bupati Sampang, Rudi Arifiyanto menekankan keberhasilan program MBG dan pemeriksaan kesehatan gratis akan berdampak langsung pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sampang.
“Kita harus serius dalam menjalankan program ini. Gizi yang baik akan meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak kita. Begitu juga dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya seperti dikutip dalam laman Pemkab Sampang, Rabu (5/2/2025).
Terkait persoalan kemiskinan dan pengangguran, Pj Bupati menegaskan penurunan angka kemiskinan dari 21,76% menjadi 20,83% belum cukup.
“Sampang masih memiliki tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Timur. Program yang ada harus tepat sasaran, terutama dalam memberdayakan ekonomi masyarakat melalui sektor agribisnis dan UMKM,” tegasnya.
Pj Bupati Sampang pun meminta semua pemangku kepentingan untuk memastikan program prioritas benar-benar berjalan di lapangan.
“Kita ingin Sampang bergerak maju. Program seperti MBG dan pemeriksaan kesehatan gratis harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat. Kita butuh kerja sama semua pihak agar manfaat pembangunan bisa dirasakan oleh seluruh warga,” pungkasnya.
Dalam forum tersebut, Camat Sampang, Tri Jayadi menegaskan Kecamatan Sampang sebagai pusat pemerintahan harus menjadi barometer pembangunan daerah. Salah satu fokus utama tahun ini adalah mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang menjadi program prioritas pemerintah pusat.
Ia berupaya memperkuat ketahanan pangan dalam mendukung program MBG. Pihaknya telah mendorong berbagai langkah konkret, termasuk optimalisasi lahan pertanian dan produksi pupuk yang lebih efektif.
“Kami ingin memastikan pasokan bahan pangan lokal mencukupi, salah satunya kami fokus pada penanaman padi dan tembakau sebagai sektor unggulan, selain itu kami juga mendukung produksi pupuk lokal sehingga program MBG ini dapat berjalan berkelanjutan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan pentingnya perbaikan infrastruktur, terutama dalam mendukung mobilitas ekonomi masyarakat.
“Jalan lingkungan, drainase, serta penataan kawasan perkotaan masih menjadi kebutuhan mendesak. Kami berharap seluruh usulan dari masyarakat dapat diakomodasi,” tegasnya.
Sebagai informasi, Musrenbangcam juga telah dilaksanakan di beberapa kecamatan, yaitu Torjun, Jrengik, Sreseh, Omben, Karang Penang, Pangarengan, Camplong, dll. (Red)

