Liputan Cyber || Jawa Timur

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendorong Pemerintah Provinsi untuk memperkuat sinergi lintas sektor, mulai dari dinas kesehatan, pemerintah kabupaten/kota, hingga keterlibatan aktif masyarakat. Upaya skrining massal dinilai perlu diperluas hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit Tuberkulosis (TBC) di Jatim. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Jatim, Sri Wahyuni dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026). “Edukasi kepada masyarakat juga harus digencarkan, terutama terkait pencegahan dan pentingnya pengobatan hingga tuntas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk besar memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit menular tersebut. Karena itu, diperlukan langkah yang lebih agresif, terstruktur, dan terintegrasi, khususnya dalam menemukan kasus-kasus tersembunyi.
Maka itu Sri Wahyuni Politisi fraksi Partai Demokrat ini menekankan bahwa penanganan TBC tidak cukup hanya dari sisi medis. Perbaikan kualitas lingkungan, penyediaan hunian layak, serta penguatan kondisi sosial ekonomi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya penanggulangan secara menyeluruh.
Sri Wahyuni, menilai lonjakan kasus TBC yang disertai tingginya angka kasus tidak terdeteksi merupakan situasi darurat kesehatan yang tidak bisa dianggap biasa. “Peningkatan kasus Tuberkulosis yang telah menembus lebih dari satu juta kasus, dengan ratusan ribu di antaranya belum terdeteksi, adalah kondisi darurat yang harus segera ditangani secara serius,” katanya
DPRD Jawa Timur, lanjutnya, berkomitmen untuk mendukung penguatan anggaran, regulasi, serta pengawasan terhadap program penanggulangan TBC agar berjalan efektif dan tepat sasaran. “Keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan dini demi memutus rantai penularan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, alarm kewaspadaan terhadap penyebaran Tuberkulosis (TBC) di Indonesia kembali menguat. Data Kementerian Kesehatan RI mencatat jumlah kasus TBC telah menembus angka 1,09 juta kasus secara nasional.
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, mengungkapkan bahwa dari total tersebut, sekitar 867 ribu kasus telah berhasil diobati dan ditangani oleh pemerintah bersama tenaga medis. Namun demikian, masih terdapat sekitar 300 ribu kasus yang belum teridentifikasi atau tersembunyi di tengah masyarakat. (Redaksi)

