Liputan Cyber || Jatim
Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Maluku Utara kembali digelar, menandai pelaksanaan ke-37 sejak program ini dimulai. Misi dagang pertama di tahun 2025 ini berlangsung di Kota Ternate dan diikuti oleh 100 pelaku usaha dari Maluku Utara serta 55 pelaku usaha dari Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam membangun jaringan perdagangan yang lebih kuat. “Kerja sama perdagangan antara Jawa Timur dan Maluku harus terus diperkuat dengan semangat kolaborasi dan inovasi. Dalam era ekonomi yang dinamis, kecepatan dalam menangkap peluang menjadi kunci utama untuk meningkatkan daya saing dan memperluas jaringan perdagangan,” ujar KhofifahKhofifah, Rabu (12/3/2025) di Kota Ternate, Maluku Utara.
Ia pun mengajak para pelaku usaha untuk lebih proaktif dalam menjalin kemitraan dan memanfaatkan potensi komoditas unggulan. Kegiatan ini diawali dengan peragaan batik dan tenun khas Jawa Timur, yang menampilkan keindahan Wastra Probolinggo. Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Maluku Utara, Tifa, sebagai simbol kolaborasi budaya dan ekonomi antara kedua provinsi.
Dalam kesempatan ini, turut dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara berbagai pihak, yakni:
1. Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Provinsi Maluku Utara
2. PT Gedung Expo Wira Jatim dengan CV. Arya Entercom
3. IWAPI Jatim dengan IWAPI Malut
4. KADIN Jatim dengan KADIN Malut
5. FORKAS Jatim dengan REI Malut
6. Penandatanganan Komitmen Transaksi Perdagangan antara pelaku usaha Jawa Timur dan Maluku Utara
Transaksi Capai Rp 503,47 Miliar
Antusiasme pelaku usaha terhadap misi dagang ini tercermin dalam nilai transaksi yang mencapai Rp 503,47 miliar hingga pukul 13.45 WIT. Rinciannya:
Pengusaha Jatim membeli Rp 271,6 miliar dari pelaku usaha Maluku Utara
– Pengusaha Jatim menjual Rp 231,8 miliar kepada pelaku usaha Maluku Utara
Maluku Utara mengekspor berbagai komoditas utama ke Jawa Timur, termasuk:
– Rempah-rempah (biji pala, bunga pala, kapulaga)
– Hasil perikanan (ikan beku, daging ikan)
– Kayu, kelapa, dan kakao
– Skrap logam (besi dan aluminium)
Sementara itu, komoditas yang dikirim dari Jawa Timur ke Maluku Utara meliputi:
– Barang manufaktur (sepeda motor, kendaraan bermotor)
– Besi dan baja
– BBM/minyak petroleum
– Produk pangan seperti beras, ayam potong, telur, dan daging beku
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menegaskan pentingnya peningkatan daya saing produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. “Kami berpesan kepada pelaku usaha dan OPD untuk meningkatkan daya saing serta mengolah komoditas unggulan sebelum dijual ke luar daerah. Kami juga menginstruksikan OPD untuk meningkatkan volume perdagangan dengan menekan biaya transportasi dan mempermudah perizinan, memperbanyak ekspor ke Jawa Timur agar neraca perdagangan lebih seimbang, dan mencapai keseimbangan dalam dua tahun,” ungkapnya.
Dengan sinergi yang kuat antara kedua provinsi, Misi Dagang Jawa Timur – Maluku Utara ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Red)