Pelepasan Narkotika Jenis Pil Inex Oleh Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim Diduga Ada Praktek Nepotisme

Liputan Cyber || Surabaya

 

Viralnya pemberitaan terkait dugaan pelepasan tersangka pengedar atau kurir narkoba jenis Pil Inex berisial F oleh Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim, masih berbuntut panjang.

 

Kali ini, terungkap bagaimana mudahnya pengedar atau kurir Pil Inex yang ditangkap di Rusunawa Tanah Merah Surabaya itu dapat menghirup udara bebas.

 

Pengacara yang mendampingi tersangka yakni Medy, merupakan pengacara tunjukkan dari pihak Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim bukan dari pihak keluarga tersangka sendiri.

 

Selain ada dugaan permainan uang senilai Rp. 80.000.000, juga ada dugaan praktek nepotisme sehingga tersangka sangat mudah lepas dari jerat hukum. Dimana, didapati informasi pengacara Medy, merupakan adik dari Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim, AKBP Mirzal Maulana.

 

Berikut daftar dugaan mudahnya tersangka pengedar atau kurir narkoba jenis Pil Inex yang ditangkap oleh Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim :

 

1. Dugaan adanya penggelontoran anggaran senilai Rp. 80.000.000.

2. Dugaan adanya praktek nepotisme (Pengacara Medy merupakan adik kandung dari Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim, AKBP Mirzal Maulana).

3. Pengacara merupakan penunjukan dari Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim bukan dari pihak keluarga

4. Alibi rehabilitasi (Ashefa tidak memiliki MoU dengan pihak BNN), dimana tersangka yang masuk dalam jaringan pengedar tidak dapat dilakukan rehabilitasi.

5. Diduga ada praktek asessmen ilegal atau persekongkolan jahat antara pengacara dengan pihak rehabilitasi terkait asessmen tanpa sepengetahuan Badan Narkotika Nasional (BNN).

 

Demikian dugaan – dugaan yang menjadi sebuah jalan ninja agar tersangka dapat melenggang bebas dari Markas Komando Kepolisian di Provinsi Jawa Timur.

 

Perlu diketahui, usai diberitakan terkait pelepasan terhadap tersangka F di rumah Rusunawa Tanah Merah, Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim AKBP Mirzal Maulana meradang dan membantah terkait pemberitaan tersebut.

 

Sementara itu, PH pendamping Medy menjelaskan jika tidak ada barang bukti, tersangka dilakukan rehabilitasi ke rumah rehab Ashefa.

 

“Siap mas. Dgn adanya penangkapan klien fahmi terkait narkotika dan sy dampingi saat itu tdk di temukan bb di klien & di test urine positif, kmrn sy ajukan rehab medis di ashefa mas, 🙏🏻.

 

Ketika dikonfirmasi mengenai dugaan uang tebusan hingga Rp.80.000.000 (delapan puluh juta rupiah), PH pendamping Medy membantah.

 

“Asesmen medis bang, 80jt nihil mas, gak ada yg trima uang dr siapapun cz kluarga sendiri yg ke ashefa dan administrasi dsn mas,” ungkapnya.

 

Sementara itu, dikarenakan berkaitan dengan asesmen, awak media melakukan konfirmasi ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim dan ditemui Dokter Poernomo.

 

Kepada media ini, Dokter Poernomo membantah adanya Asesmen Medis tersangka F yang sebelumnya ditangkap oleh Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim dan di rehabilitasi ke rumah rehab Ashefa.

 

“Dalam data kami tidak ada masuk data penyerahan asesmen dari Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim maupun dari rumah rehab Ashefa mas, coba ditanyakan di asesmen medis ke mana,” kata Dokter Poernomo.

 

Dokter Poernomo juga menjelaskan bahwa jika ada pasien terjangkit narkoba dan dilakukan rehabilitasi, diwajibkan untuk TAT ke BNNP terlebih dahulu.

 

“Jika tanpa pengajuan ke BNNP, asesmen tersebut sudah menyalahi aturan dan Rumah Rehab Ashefa belum ada kerja sama dengan BNNP Jatim,” tegasnya.

 

Sementara itu, Medy PH pendamping saat dikonfirmasi mengenai kebenaran adanya nepotisme dirinya dengan Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim hingga berita ini di publiskan tidak menjawab. (Redaksi)

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Calek DPRD Budi Laksono, Bagikan Kaos di pasar Dupak dan Pasar PPI

Sab Jan 20 , 2024
Liputan Cyeber || Surabaya   Budi Leksono Caleg DPRD Kota Surabaya melakukan blusukan sekaligus membagi-bagikan sejumlah kaos gambar ganar mahfud kepada warga dupak Surabaya,Sabtu (20/1/2024).Pagi.   Baju kaos yang bergambar wajah Ganjar Pranowo dan bertuliskan Ganjar Pranowo itu dibagikan oleh Budi Leksono berjalan menulusuri ke pasar dupak Surabaya dan pasar […]

Breaking News