Liputan Cyber || Surabaya
Situasi serba sulit seperti ini diharapkan buat masyarakat untuk berhati-hati dengan aksi penipuan terutama di saat ini diwilayah Tambak Wedi. Pasalnya ada pelaku penipuan yang saat ini berkeliaran di Tambak Wedi Surabaya.
Ia sebut saja Edy Sutarsono, seorang pengangguran warga Kapas Krampung Buntu Gang 11 C yang saat ini pindah di Rusun Nawa Tambak Wedi lantai 2 Surabaya.
Berdasarkan informasi yang didapati oleh wartawan, Edy Sutarsono banyak dicari banyak orang yang terkenal tipu oleh ulahnya dengan menggunakan modus hutang.
Menurut salah satu korban SB mengungkapkan jika Edy Sutarsono merupakan orang yang tidak mempunyai hati nurani sebagai manusia.
“Saya sama teman teman sudah menolong supaya anaknya bisa dapatkan bantuan dari pemerintah, malah setelah berhasil malah menipu uang saya sebesar 5jt,” kata SB kepada wartawan.
Modusnya Edy Sutarsono saat itu, lanjutnya, ia memintak modal uang 5jt untuk jualan kelapa muda di bulan puasa dengan pembagian hasil. Setelah mendapat uang malah tidak dibuat usaha.
“Setelah saya mencari informasi teman dekatnya, uang modal usaha 5jt yang saya kasih untuk uang muka kredit sepeda motor buat anaknya. Dan infonya sepeda motor tersebut mau di patas,” jelasnya.
Masih lanjut SB, saya menduga Edy Sutarsono melakukan penipuan terhadap saya bersama istri dan anak-anaknya. Karena saat memberikan uang ada istri dan anak perempuannya yang pernah saya bantu bersama teman-teman.
“Saya mau melapor ke pihak kepolisian Polres Pelabuhan Tanjung Perak selaku pemangkuh wilayah, tidak ada bukti lantaran saat memberikan uang modal 5jt kepada Edy Sutarsono saya kasih cash,” jelentrehnya.
Oleh karena itu, sambungnya, saya sebagai korban penipuan dari Edy Sutarsono mengingatkan kepada masyarakat Kota Surabaya khususnya diwilayah Rusun Tambak Wedi hati-hati dengan Edy Sutarsono bersama keluarganya tersebut.
“Mereka sekeluarga itu tidak punya hati nurani dan sudah banyak orang di tipunya salah satunya saya dan infonya juga menipu pemilik warung alang-alang yang ada di Suramadu,” himbaunya. (Redaksi)