Sen. Sep 28th, 2020

Liputan Cyber – Pamekasan, Madura

Ikhtiar dalam mewujudkan Kota Pahlawan masuk ke zona hijau terus dilakukan pemerintah bersama stakeholder terkait, tak terkecuali majelis dzikir “Al Ikhlas Ruhul Ibadah” yang berlokasi di Jl. Manukan Lor 7-h No. 20-22 Surabaya.

Majelis dibawah pengasuh KH. M. Nur Hasan setiap malam hari rutin bersama jamaahnya mendo’akan agar Kota Surabaya tercinta ini, wabilkhusus Indonesia segera dihilangkan dari wabah virus corona.

Selain itu, para jamaah juga diajak bermunajat ke Pesarean Batu Ampar atau makam aulia yang terdiri dari Syeh Abdul Manan, Syeh Basyaniyah, Syeh Abu Syamsudin, Syeh Husen, Syeh Moh. Romli, dan Syeh Damanhuri.

Dalam wisata religi di Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Senin (03/08/2020) kemarin, diikuti oleh puluhan jamaah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak.

“Semoga Allah SWT mengabulkan do’a-do’a kita, khususnya do’a keselamatan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutur KH. M. Nur Hasan.

Beliau menyampaikan, bahwa ziarah ke makam ulama’ merupakan pengalaman batin yang sangat luar biasa. Apalagi disaat terdapat corona virus disease (Covid-19) yang kini melanda negeri.

“Karomah dari tempat ini dipercaya akan mendatangkan keberkahan bagi para peziarah yang berdo’a untuk kebaikan,” tandas pengasuh Al Ikhlas Ruhul Ibadah.

Hal itu diperkuat dari kisah turun-temurun penduduk setempat, dimana Syeh Abdul Manan pergi mengasingkan diri ke sebuah hutan lebat di daerah Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Konon menurut cerita di perbukitan Batu Ampar ini, putra dari Sayyid Husein mendekatkan diri kepada Allah dengan bertapa di bawah pohon Kosambi selama 41 tahun, sebelum akhirnya ditemukan oleh anak perempuan yang sedang mencari kayu bakar.

“Syeh Abdul Manan yang dikenal sebagai Bujuk Kosambi kemudian dibawa oleh ayah dari anak perempuan tersebut ke rumahnya, dan dinikahkan dengan anak perempuannya itu,” ujarnya.

“Muk’jizat pun terjadi, manakala sang istri saat itu menderita penyakit kulit dan mendadak sembuh dari penyakitnya,” tutup KH. M. Nur Hasan mengakhiri siraman rohani kepada jamaahnya. ( Pading )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *