Sel. Des 1st, 2020

Liputan Cyber – Gresik Surabaya

Para pelaku pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun di lokasi gudang kosong Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, akhirnya terungkap.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu warga terdampak bernama Eko ketika dikonfirmasi oleh wartawan Liputan Cyber Indonesia melalui pesan singkat WhatsAppnya, pada hari Rabu ( 28/10/2020 ) sore.

Eko mengatakan, pemberi ijin pembuangan limbah B3 di gudang tersebut adalah Cak Toyo alias Ketua RT. 05 bernama Hartoyo.

“Sedangkan Pak Gito itu makelar Limbah B3. Sementara Pak Andre itu orang lapangan yang mengawasi keadaan jalan, aman atau tidak,” ucapnya.

Lebih lanjut disampaikannya, bahwa untuk nomor telephone Gito beserta Andre sudah tidak aktif lagi sekarang.

“Padahal hari Jum’at kemarin ada mediasi di Balai Desa, tapi mereka berdua tidak hadir. Katanya sekarang sudah menjadi DPO Polisi,” ungkap Eko.

Pernah para tetangga bilangin ke Pak Hartoyo, sambungnya, bahwasannya itu limbah batu bara.

“Urusane gede lo yo, koen kok wani. Wes ijin nang deso ta ? (urusannya besar lo ya, kamu kok berani. Sudah ijin ke desa ta?),” kenang Eko.

“Aku wes ijin nang deso (saya sudah ijin ke desa) melalui Pak Keman,” tambahnya menirukan kata yang disampaikan Pak Toyo.

Disinggung mengenai harapan warga, Eko berharap warga yang terdampak mendapatkan ganti rugi. Sedangkan warga yang lainnya meminta kasusnya harus sampai ke ranah hukum.

“Warga yang terdampak minta ganti rugi mas, kalau semua warga Putat Lor minta kasusnya dilanjutkan sampai ke ranah hukum. Kok bisa beberapa perangkat desa memberi ijin tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu, padahal sejak lama sudah ada masyarakat yang mengingatkan bahwasannya itu limbah B3, kok gak di respon,” katanya.

“Kami juga berharap Polres Gresik segera menangkap para pelakunya,” pungkas Eko.

Hingga berita ini ditayangkan, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Bayu saat dikonfirmasi melalui WhatsAppnya terkait kebenaran informasi tentang Andre dan Gito sudah ditetapkan sebagai DPO, tidak memberikan komentar. Hanya dibaca saja, belum ada balasannya. ( Sumbri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *