Sel. Okt 20th, 2020

Liputan Cyber – Dinas Kominfo Jatim

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menyiapkan Rumah Pusat Observasi Covid-19, yang saat ini sudah ada di BPSDM Jatim.

Untuk itu, pusat obersevasi semacam ini akan diperbanyak dan diduplikasi di sejumlah daerah di Jatim seperti di Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, yang penambahan kasus Covid-19 nya masih cukup tinggi.

“Saya pagi ini sampai siang tadi sama Ketua Gugus Tugas Pusat dan Pangkogabwilhan II turun ke Jatim untuk melakukan monitoring dan supervisi pada pelaksanaan penanganan percepatan penanggulangan Covid-19 di Jatim,” kata Muhadjir.

Sejumlah tempat yang didatangi diantaranya adalah pusat observasi Covid-19 di BPSDM Jawa Timur, dan juga dilanjutkan ke RS Darurat Lapangan di Jalan Indrapura Surabaya.

Selama meninjau Rumah Pusat Observasi Covid-19 di BPSDM Jatim, Menko PMK bersama Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat Doni Monardo didampingi Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus, Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran dan Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iriansyah langsung menuju tempat-tempat observasi dan juga fasilitas yang disediakan.

Mereka dari Gugus Tugas pusat tersebut ingin memastikan, bahwa semua pasien yang OTG dalam kondisi pengawasan yang nyaman dan juga aman dari yang lain.

Tidak hanya itu, Gugus Tugas juga memastikan kecukupan tempat tidur dan fasilitas yang dimiliki. Sehingga pasien yang berada di dalam isolasi dan observasi tetap merasa nyaman dan tenang, sehingga imunitas mereka juga akan meningkat.

“Ada langkah yang sudah diambil Ketua Gugus Tugas Pusat, yaitu terkait prasarana. Akan ada dua tempat yang akan ditetapkan untuk tempat isolasi pada mereka yang berstatus PDP atau yang diduga punya potensi Covid-19. Akan ada penambahan prasarana tempat isolasi serupa di Sidoarjo dan di Gresik,” kata Muhadjir.

Dengan begitu, harapannya dalam penanganan isolasi pasien Covid-19, PDP dan yang potensi terkonfirmasi positif tidak menumpuk dibeberapa tempat di Surabaya.

Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, bahwa sejauh ini sejak bulan Mei 2020 hingga Juli 2020 sudah ada sebanyak 645 orang yang diobervasi disana. Dan kondisi per hari ini ada 37 orang yang sedang menjalani observasi.

“BPSDM disiapkan oleh Ibu Gubernur sebagai rumah pusat obervasi Covid-19 untuk mengantisipasi masyarakat yang tidak memiliki ruang isolasi yang aman di rumah, sehingga masyarakat tetap bisa melakukan isolasi mandiri dengan aman dan nyaman disini,” kata Aries.

Sebab di BPSDM, pasien bisa menikmati dan memanfaatkan fasilitas yang cukup untuk meningkatkan imunitas. seperti kolam pancing, jogging track, gym dan juga penunjang hiburan lainnya untuk menunjang imunitas mereka agar naik selama berada dalam observasi.

“Sebagai rumah pusat observasi Covid-19 yang telah ditunjuk oleh Ibu Gubernur, kami siap menerima pasien kapan saja setiap hari 24 jam. Karena kami disini juga telah menyiapkan tim medis dan perangkat medis yang standby setiap saat di BPSDM Jatim, dan termasuk jadwal kegiatan swab 3 hari sekali yang dilaksanakan oleh Dinas kesehatan bekerjasama dengan BPSDM Jatim atas perintah ibu Gubernur,” ucap Aries.

Rumah Pusat Observasi Covid-19 di BPSDM Jatim ini biasanya menjadi rujukan bagi masyarakat yang diketahui reaktif usai menjalani rapid test. Sembari menunggu jadwal tes swab dan menunggu hasil swab keluar, mereka dipersilahkan untuk menjalani isolasi dan observasi di BPSDM Jatim.

“Disini mereka kami jaga dengan baik dan kami layani dengan baik hingga hasil tes swab mereka menyatakan hasil negatif,” pungkas Aries. ( Syam )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *