Rab. Okt 21st, 2020

Liputan Cyber – Dinas Kominfo Jatim

Di tengah pandemi Covid-19, sektor pertanian Kabupaten Banyuwangi mencatat mengalami pertumbuhan positif. Bahkan kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domistik Bruto (PDB) sepanjang kuartal II-2020 merupakan satu-satunya sektor dari lima sektor penyangga utama PDB yang tumbuh positif.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan, sektor pertanian Kabupaten Banyuwangi berdasarkan distribusi persentase Produk Domistik regional Bruto (PDRB) atas harga konstan 2010 menurut lapangan usaha (persen) 2010-2018 masih merupakan sektor unggulan, yaitu sebesar 29,62% tertinggi dari 17 lapangan usaha lainnya.

“Sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan merupakan sektor strategis yang harus menjadi program unggulan dalam pembangunan nasional maupun daerah. Sektor pertanian di Banyuwangi selama sepuluh tahun terakhir ini selalu menjadi program unggulan dalam RPJMD,” ujar Arief, Minggu (27/09/2020).

Menurut data dan capaian dari sektor pertanian ini cukup menggembirakan. Tidak hanya dari sisi produksi dan penyediaan konsumsi masyarakat, Banyuwangi berhasil mengintegrasikan sektor pertanian dengan sektor lainnya, khususnya pariwisata sebagai ouput dari kerja kolaborasi dan inovasi lewat beragam event yang dikemas dalam Banyuwangi Festival.

Dicontohkannya, Agro Expo yang dilaksanakan setiap tahun telah melahirkan agrowisata. Perkawinan dari dua sektor (agro dan wisata) yang berbeda, tetapi bisa disatukan. Pelaksanaannya, kata dia, memberikan dampak edukasi, promosi, ekonomi dan ekologi, yang bahkan konsepnya bisa diadopsi oleh masyarakat.

“Yang paling utama, aktivitas ini bisa menarik minat kaum milenial terjun di dunia agribisnis. Sehingga bisa menjaga kesinambungan tenaga kerja sektor pertanian dalam menghadapi tantangan yang semakin berat jika tidak digarap dengan cara-cara yang lebih adaftif dengan situasi kekinian,” paparnya.

Kata dia, sektor pertanian pada era digital ini harus dikolaborasikan dengan teknologi informasi. Sinergi antara petani dengan kaum muda yang melek IT, diharapkan bisa mengubah imej sektor pertanian itu yang semula dinilai kurang bergengsi menjadi sektor yang bergengsi. Munculnya startup di bidang pertanian adalah salah satu bukti bahwa sektor pertanian bisa digarap lebih menarik, efisien dan menguntungkan.

“Kabupaten Banyuwangi telah mendorong tumbuhnya Startup lewat Agribussiness Startup Competition (ASC) yang diharapkan bisa menjawab tantangan pertanian di era revolusi industri 4.0 sekarang ini,” tutur Arief.

Dijelaskannya, bahwa sejumlah produksi sektor pertanian pada tahun 2020 untuk produksi padi hingga September 2020 ini ada 535.056 ton, dengan luasan panen 50.915 hektare. “Artinya, produksi beras di Banyuwangi tetap terjaga dan surplus di masa pandemi Covid-19,” ungkap Arief.

Sedangkan untuk perkebunan, seperti kelapa berhasil panen 24.263 ton dengan luasan panen 2.104 hektare. Sementara peternakan hingga periode Juni, produksi sapi/daging mencapai 1.114.817 kg, ayam/daging sebesar 1.099.917 kg, Telur 6.230.888 kg dan susu 802.066 kg. Populasi sapi mencapai 125.688 ekor, kambing 135.210 ekor, domba 80.882 ekor, unggas pedaging 3.914.835 ekor dan unggas petelur mencapai 828.472 ekor.

“Kami terus berupaya agar dalam sektor pertanian upaya peningkatan produksi dengan kesejahteraan petani bisa berjalan seiring,” katanya. ( Moh Sumbri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *