Kam. Okt 22nd, 2020

Liputan Cyber – Dinas Kominfo Jatim

Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim langsung menjembatani kegiatan pertemuan antara Pemprov Jatim dan Jateng, serta Kementerian PUPR terkait aliran DAS bengawan Solo.

Dimana dalam pertemuan atau sinergitas pemprov Jatim dan Jateng berharap aliran bengawan solo yang melintas dari Jateng ke Jatim secepatanya harus bisa memberi manfaat untuk masyarakat di wilayah DAS Bengawan Solo, dan menghilangkan kekhawatiran akibat aliran Bengawan Solo berupa banjir dimasa hujan dan kekeringan dimasa kemarau.

Inilah salah satu kesepakatan dan inisiatif yang muncul dalam acara diskusi “Forum Komunikasi (Sinergitas) Pemprov Jatim dan Jawa Tengah Dalam Pengelolaan Dan Penanganan Dampak Sungai Bengawan Solo”, yang di gelar Komisi D DRPD Jatim pada tanggal 28 – 30 September 2020 di Solo, Jawa Tengah.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadar ini, menghadirkan nara sumber, yaitu Gubernur Jateng Gandar Pranowo, Wagub Jatim Emil Elestianto Darrdak, Kementrian PUPR, Kemenko Maritim dan Investasi yang hadir secara virtual.

Anwar Sadad dalam sambutannnya mengingatkan, bahwa ada tanggung jawab pelayanan agar keberadaan sungai Bengawan Solo ini bisa memberi manfaat positif bagi masyarakat sekitar sungai, baik untuk kebutuhan air bersih, air minum dan pertanian.

“Ini tugas kita memberi manfaat positif kepada masyarakat DAS Bengawan Solo, jangan lagi dampak seperti yang selama ini dirasakan berupa banjir. Maka ada sinergitas yang sustainability ada kesinambungan pemanfaatan bagi masyarakat. Air sungai Bengawan Solo ini bisa digunakan untuk mandi dan cuci, serta bahan baku air minum,” kata Sadad.

Sesuai program Sustanable Development Goals (SDGs) 2030, kata Politisi Gerindra ini yang memuat program pembangunan berkelanjutan untuk keselamatan Planet Bumi, salah satunya menjamin ketersediaan air bersih untuk kebutuhan hidup manusia.

Apalagi kata Sadad, saat ini Jatim dan Jateng adalah lumbung pangan nasional, dan banyak pertanian sepanjang Bengawan Solo yang mengandalkan aliran sungai Bengawan Solo ini. “Jatim dan Jateng adalah penopang utama pangan nasional dan aliran ini menjadi tumpuan masyarakat untuk pertanian, maka keberadaannya sangat luar biasa bagi Nasional. Untuk itu, kita wajib menjaga kebaradaan air di sungai ini bagi anak cucu kita,” kata Sadad.

Sementara itu, Wagub Jatim Emil Dardak yang menjadi nara sumber secara daring menyambut positif sinergitas ini untuk menemukan solusi tepat persoalan klasik yang selalu terjadi. “Saat ini, hampir 69% air yang lewat begitu saja dan tidak bisa dimanfaatkan. Hanya 31% yang dimanfaatkan untuk industri, perkotaan dan pertanian. Maka kami punya beberapa porgram sebagai solusi, yaitu optimalisasi pemanfaatan air yang belum termanfaatkan, pengelolaan sumber daya air, secara integritas dengan mengurangi resiko bencana, serta program one river, one plan and one management. Maka kami mendukung jika memang ada upaya sinergitas dua provinsi ini,” kata Emil.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berkesempatan memaparkan bab kebijakan atas Bengawan Solo mengaku surprise dengan sinergitas yang dihadiri oleh DPRD Jatim dan Jateng, serta Pemkab dan Pemkot yang wilayahnya dilewati sungai ini. “Ini keren dan bagus, ada inisiasi dua dewan untuk mencari solusi. Ini diskusi rakyat. Kami jadi nyaman, karena jika mau ambil kebijakan sudah di back up oleh Dewan. Apapun namanya, kami siap dukung,” kata Ganjar.

Ganjar juga menyampaikan idenya agar ada otoritas khusus yang tangani Bengawan Solo secara lengkap, agar kalau ada masalah bisa dicarikan solusi tanpa menyalahkan daerah satu dan lainnya. “Kita tindak lanjuti, termasuk infentariasasi masalah yang ada. Bisa melibatkan dua provinsi saja, atau bisa libatkan pemerintah pusat. Kami siap mendukung bentuk otoritas khusus Bengawan Solo. Ayo kita susur sungai dari Jateng ke Jatim, biar tahu apa yang mau kita lakukan,” kata Ganjar.

Gubernur berambut putih ini juga mengaku bahwa persoalan banjir tidak hanya dirasakan Jatim, Kabupaten/Kota di Jateng juga merasakan hal sama dengan Jatim. “Tidak hanya Jatim, wilayah kami juga sama alami banjir, makanya saya sepakat ini harus dicari solusinya. Ini menjadi perhatian saya juga,” tambahnya.

Ganjar mengakui jika selain banjir, aliran sungai Bengawan Solo juga menghadapi masalah soal pencemaran lingkungan. “Beberapa wilayah bahkan tidak bisa untuk kebutuhan sehari-hari, yaitu air bersih. Sehingga mereka yang selama ini menggunakan untuk kebutuhan sehari-hari akibat pencemaran air oleh industri besar dan kecil, maka kami menindak tegas mereka untuk memperbaiki pengolahan limbah pabriknya,” tegas Ganjar.

Ganjar juga mengingatkan, bahwa ke depan cuaca ekstrim sesuai info dari BMKG curah hujan dan cuaca ekstrim akan menjadi masalah yang harus diwaspadai.

Ketua Komisi D DPRD Jatim Kuswanto berharap diskusi ini akan mendapat solusi untuk menyelesaikan masalah yang muncul di aliran Bengawan Solo. Politisi Demokrat Jatim ini menjlentrehkan persoalan yang ada di aliran sungai yang membentang di 20 Kabupaten/Kota ini, sudah berat dan butuh penangan sesegera mungkin.

“Kita perlu mencari cara untuk menyelesaikan semua permasalahan di sungai ini. Tapi untuk mempertemukan kedua belah pihak Jateng dan Jatim secara fisik tentu tidak mudah. Nah, dengan teknologi yang ada sekarang secara daring, jadi bisa melakukan pertemuan kedua pejabat di dua Provinsi ini, termasuk menghadirkan Kementerian PUPR, serta kementerian kemaritiman dan investasi walau secara daring,” kata Kuswanto.

Kuswanto mengaku penyelesaian masalah Bengawan Solo tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat, karena mereka menangani banyak sungai di Indonesia.

“Yang kami harapkan ada kebijakan anggaran yang dialokasikan secara khusus terhadap penanganan dan permasalahan yang ada di Bengawan Solo, seperti banjir yang setiap tahun membuat masyarakat di sekitar aliran sungai ini yang selalu gelisah, khawatir dan ketakutan dengan adanya banjir. Hal lainnya persoalan limbah yang mencemari Bengawan Solo ini sudah serius, karena banyak ratusan perusahaan di sekitar Bengawan Solo yang kita berharap ada regulasi yang tegas jika mereka melanggar dan mencemari Bengawan Solo, maka perusahaan itu harus di tutup,” pungkasnya. ( Moh Sumbri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *