Kam. Okt 22nd, 2020

Liputan Cyber – Dinas Kominfo Jatim

Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Jawa Timur berjanji akan memperjuangkan anggaran untuk pengembangan desa wisata sendi adeventure di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Bahkan, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Anik Maslachah juga melakukan kunjungan di desa wisata yang terletak di lereng gunung Welirang tersebut pada Jumat dan Sabtu (2 – 3 Oktober 2020) beberapa waktu lalu.

“Kami akan berusaha untuk back up anggaran itu. Jadi, anggaran prasarana dengan jalan dan anggaran untuk melindungi tanah itu bisa direalisasikan pada tahun 2021,” kata Anik dikonfirmasi di DPRD Jatim, Senin (05/10/2020).

Anik mengatakan, pihaknya bersyukur bahwa pengembangan desa pariwisata sendi Adventure tersebut melibatkan masyarakat sekitar dan tidak ada campur tangan dari pihak ketiga. Sehingga, masyarakat banyak diuntungkan oleh aktivitas ekonomi yang timbul akibat kunjungan wisatawan ke desa pariwisata di lereng gunung welirang tersebut. “Dan alhamdulillah, yang ada disini ini semuanya dari saham yang ada di masyarakat, dan tidak ada pihak ketiga,” katanya.

Anik yang juga Politisi fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga berharap akan ada perbaikan sarana transportasi atau akses jalan menuju desa wisata tersebut. Pasalnya, selama ini akses jalan yang melewati desa itu masih berupa tanah dan sulit untuk dijangkau oleh kendaraan yang masuk di wilayah itu. “Karena akses jalan ini masih dalam bentuk tanah, sehingga perlu fasilitasi akses yang ada di wilayah tersebut, dan itu memang kewajiban pemerintah. Kami akan berusaha untuk memberikan pavingisasi di tahun 2021,” tambahnya.

Selain akses jalan, Anik juga meminta agar Pemprov Jatim melalui Dinas Perkebunan (Disbun) memberikan bantuan bibit tanaman untuk ditanam di area tersebut, yang mempunyai kemiringan sekitar 45 derajat.

Menurut Anik, wilayah tersebut harus ditanami tanaman keras seperti kopi, Kakao dan beberapa tanaman lainnya agar tidak terjadi longsor pada waktu musim penghujan. “Keempat, karena letak di situ adalah lereng pegunungan kaitannya dengan keselamatan, maka dengan kemiringan 45 derajat perlu ditungguin dengan tanaman yang akarnya bisa menahan longsor. Dari dinas terkait mengusahakan akan menyediakan bibit kopi dan kakao, karena kakao menjadi komoditi Jawa Timur,” paparnya.

“Kalau kopi permintaannya luar biasa adalah kopi ketika ketinggian ini adalah 1100 ya, yang pas itu adalah kopi arabika. Kebetulan kopi arabika itu adalah yang paling mahal, dan kami akan berusaha untuk dekat di anggarannya,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim SW Nugroho berharap agar pemerintah provinsi Jawa Timur melakukan intervensi kepada desa-desa yang berpotensi untuk menjadi desa wisata yang ada di Jatim. Desa tersebut jika diberikan stimulus berupa dana dan mengembangkan sektor UMKM di tempat tersebut, maka perekonomian warga akan semakin meningkat.

“Mendorong agar pemerintah lebih optimal memberikan bantuan kepada desa wisata. Seperti di pacet ada ratusan desa diseleksi berapa dan diintervensi, difasilitasi, sehingga lebih maju,” tambahnya.

Nugroho yang juga Politisi asal Fraksi PDIP Perjuangan tersebut mengakui, tidak semua desa bisa dibantu oleh Pemprov Jatim. Pasalnya, jumlah desa di Jawa Timur sendiri cukup banyak, sehingga dibutuhkan anggaran yang besar untuk melakukan intervensi dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat di sekitar pedesaan tersebut.

“Kan nggak mungkin kalau mau semua desa dibantu untuk diberikan tempat usaha, tapi fokus ada 4/5 desa yang ada di Mojokerto dibantu dan difasilitasi diberikan proses edukasi. Sehingga bisa menjadi desa wisata yang menggerakkan ekonomi warga sekitar,” pungkasnya. ( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *