Sab. Okt 31st, 2020

Liputan Cyber – Dinas Kominfo Jatim

Biskuit Kokola produksi PT Mega Global Food Industry, Gresik berhasil merambah pasar ekspor ke sejumlah negara dunia. Total lebih dari 50 negara di dunia menjadi pasar ekspor dari produk tersebut. Contohnya antara lain Korea, Filipina, China, Jepang, Australia, Rusia, Mongolia, Kanada, USA, dan negara-negara lainnya di dunia.

Keberhasilan perusahaan ini tak lepas dari bentuk pelayanannya dalam memenuhi selera pasar ekspor yang ada di luar negeri. Untuk pasar luar negeri, perusahaan ini menjadi pemasok dengan menggunakan merk di luar Kokola. Perihal tersebut diketahui saat kunjungan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur Drajat Irawan ketika melakukan monitoring terhadap kinerja ekspor di masa pandemi Covid-19 minggu lalu.

Kepala Disperindag Prov Jatim Drajat Irawan mengatakan, bahwa keberhasilan perusahaan tersebut dalam menembus pasar luar negeri merupakan pertanda yang baik, yang mana di tengah pandemi Covid-19 terdapat industri pengolahan makanan di Jatim yang mampu survive dan mempertahankan pasar ekspornya.

“Pemprov Jatim melalui Dinas Perindag Prov Jatim akan terus mendukung PT Mega Global Food Industry dan perusahaan sejenis lainnya untuk memperkuat pasar lokal dan pasar ekspor melalui kemudahan regulasi. Utama regulasi pada kepengurusan dokumen SKA jika dibutuhkan, memperluas pasar ekspor melalui kegiatan bussines matching, dan memberikan informasi terbaru mengenai persyaratan ekspor melalui konsultasi,” ujar Drajat Irawan dalam rilisnya kepada media, Senin (12/10/2020).

Sementara Direktur Pengelola PT Mega Global Food Industry Richard Cahadi mengatakan, bahwa produk biskuit dari perusahaan ini juga dipasarkan ke seluruh supermarket-supermarket besar yang ada di Indonesia maupun berbagai negara dunia.

“Kami memiliki misi untuk menyediakan makanan sehat yang aman dan sehat bagi konsumen. Kalau untuk lokal, supermarket di Indonesia yang telah kami jajaki ada Carrefour, Hypermart, Giant, Lazada Group, Indogrosir, Circle K, Superindo, dan Alfamidi,” kata Richard.

Sedangkan untuk luar negeri adalah Mondelez International, Emart, Walmart, Lottemart, AEON, 7eleven, Lulu Hypermarket, Loblaw Companies Limited, Renrenle, serta GS 25. Perusahaan yang bergerak di sektor industri pengolahan makanan ini memiliki kapasitas produksi sebesar 90 ton per hari.

Perusahaan yang dipimpinnya ini juga membangun jejaring internasional dengan memiliki international office di 4 negara dunia, antara lain China, Vietnam, Filipina, dan Nigeria. Selama pandemi Covid-19 ini, dia mengaku bahwa perusahaannya telah melakukan inovasi dengan menggunakan bucket yang dilengkapi dengan kemasan kecil biskuit didalamnya, sehingga biskuit akan tetap higienis ketika sampai di tangan konsumen.

“Tentunya kami akan mengembangkan kualitas dan produksi dari biskuit ini. Kedepannya, kami akan melakukan fortifikasi terhadap produk biskuit ini untuk pasar lokal. Semoga kedepan dengan adanya inovasi tersebut dapat membantu menangani stunting atau gizi buruk di Indonesia, dan khususnya di Jatim,” pungkas Richard. ( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *