Sel. Okt 20th, 2020

Liputan Cyber – Surabaya

Ketua Umum Jalasenastri Ny. Vero Yudo Margono memberikan pembekalan kepada Istri Siswa Pendidikan Pembentukan Perwira (Diktukpa) TNI AL Angkatan ke-49 TA 2019 melalui Vidio Conference. Pada pembekalan secara Vicon tersebut, Ketua Umum berada di kantor Pengurus Pusat Jalasenastri Mabesal Jakarta. Sedangkan para istri siswa Diktukpa tersebar di 22 titik Komando Utama, Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) maupun Pangkalan TNI AL (Lanal) di seluruh Wilayah Indonesia.

Untuk Kotama TNI AL wilayah Surabaya, pengarahan dipusatkan di Gedung R. Sudomo Pusat Latihan Operasi Laut (Pusatopsla) Kesatrian Bumimoro Kodiklatal Surabaya dan dihadiri wakil Ketua Gabungan Jalasenastri Kodiklatal Ny. Amir Faisol serta pengurus Gabungan Jalasenastri Kodiklatal.

Dalam pembekalanya, Ketua Umum Jalasenastri Ny. Vero Yudo Margono menyampaikan, bahwa pemberian pembekalan ini merupakan kegiatan penting yang ditujukan untuk membuka wawasan dan meningkatkan pemahaman tentang identitas, etika dan jati diri sebagai istri seorang perwira.

Menurutnya, seiring dengan perubahan strata yang terjadi pada suami ibu-ibu, maka ibu-ibu perlu segera melakukan persiapan mental dan penyesuaian diri serta senantiasa berupaya menambah wawasan dengan cara menimba ilmu pengetahuan yang bermanfaat. “Terutama yang berkaitan dengan masalah-masalah organisasi, maupun masalah kehidupan rumah tangga dan masalah aktual lainnya yang sedang berkembang saat ini yang dapat menunjang tugas suami selanjutnya,” tuturnya.

Dengan makin meningkatnya karier suami, lanjut Ny. Vero Yudo Margono, maka tugas dan tanggung jawab ibu sebagai istri pendamping suami akan makin meningkat pula. Maka pada kesempatan yang baik ini, Ketua Umum akan menyampaikan beberapa hal yang perlu diketahui oleh ibu-ibu sekalian sebagai istri seorang perwira.

“Harapannya, semoga dapat memberikan pemahaman yang lebih tentang fungsi dan peran ibu-ibu, baik sebagai istri pendamping suami, sebagai ibu bagi anak-anaknya maupun sebagai anggota jalasenastri,” terangnya.

Berkaitan dengan perubahan status suami dari seorang bintara menjadi perwira, merupakan peristiwa penting dalam kehidupan pribadi suami dan keluarga. Namun tidak kalah penting adalah perubahan status tersebut secara langsung akan berdampak pada perubahan sikap dan penampilan ibu-ibu.

Selain itu, perubahan status ini juga membawa konsekuensi terhadap semakin besarnya tanggung jawab suami kedepan. Karena bagaimanapun seorang perwira adalah juga seorang pemimpin yang akan mempunyai bawahan atau anak buah yang memerlukan perhatian, bimbingan dan arahan dalam tugas sehari-harinya.

“Sebagaimana kita telah pahami bersama, tugas-tugas TNI Angkatan Laut ke depan tidak akan semakin ringan sejalan dengan dinamika yang terjadi, baik pada lingkup nasional maupun internasional. Sebagai organisasi istri prajurit TNI Angkatan Laut, Jalasenastri juga secara langsung dan tidak langsung akan terkait dan terpengaruh dengan tantangan tugas suami tersebut,” tandas Ny. Vero Yudo Margono.

Karenanya, pemahaman dan wawasan ibu-ibu terhadap apa yang terjadi dan berkembang di lingkungan keluarga besar TNI Angkatan Laut juga harus terus disesuaikan. Apalagi jika mengingat bahwa saat ini adalah jaman yang sangat dipengaruhi oleh penggunaan tekhnologi, serta berkembangnya gaya hidup dan cara berinteraksi yang sangat berbeda dengan era kita semua di masa yang lalu.

“Oleh sebab itu, kita dituntut untuk memiliki kepekaan dan kepedulian yang tinggi serta harus melek teknologi, sehingga mampu mengantisipasi segala permasalahan yang timbul pada era baru ini. Dan juga tidak tertutup kemungkinan, bahkan ibu-ibu sendiri yang terpengaruh dengan kemajuan teknologi tersebut, seperti penggunaan medsos,” pungkas Ketua Umum.

Perlu ibu-ibu ketahui, bahwa dalam bermedsos juga diperlukan etika dan tata krama. Tidak semua hal harus di umbar ke khalayak ramai. Ada hal-hal yang seharusnya hanya menjadi komsumsi pribadi dan bukan untuk dipublikasikan, apalagi mengingat bahwa ibu-ibu sekalian adalah istri prajurit TNI Angkatan Laut yang terikat dengan aturan dan berkewajiban menjaga nama baik dan kehormatan diri sendiri, suami, keluarga dan TNI Angkatan Laut.

Sebagai Istri perwira, jadilah penyejuk dalam pelaksanaan tugas suami. Peran ganda ibu sebagai pendamping suami, hendaknya ibu-ibu dapat terus memberikan dukungan moril dan motivasi untuk meningkatkan kinerja dan keberhasilan tugas suami, baik di saat senang maupun dalam situasi sesulit apapun. Hendaknya ibu-ibu mampu memposisikan diri agar tidak menjadi bagian dari persoalan, tetapi justru dapat menjadi bagian dari pemecahan solusi terhadap setiap persoalan yang dihadapi keluarga.

Jalankan kehidupan sehari-hari secara sederhana sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, bukan sesuai kemauan kita. Jangan besar pasak dari pada tiang. Ibu-ibu harus dan wajib mengetahui kemampuan ekonomi suami sebagai seorang perwira pertama TNI Angkatan Laut, sehingga bisa dengan bijak mengatur keuangan keluarga dan tidak bergaya hidup hedonis. Karena ibu-ibu sekalian adalah istri prajurit TNI Angkatan Laut, dan bukan seorang sosialita yang hidup dengan kemewahan.

Diakhir pembekalanya, selaku pribadi dan selaku Ketua Umum Halasenastri, dirinya menyampaikan selamat kepada ibu-ibu sekalian atas keberhasilan suami menjadi seorang perwira. “Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ketua dan Pengurus Gabungan Jalasenastri Kodiklatal serta semua pihak yang terkait, yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan penataran dan pembekalan istri siswa Diktukpa angkatan ke XXLIX Ta 2019 ini,” tutupnya. ( Jalel )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *