Kam. Des 3rd, 2020

Liputan Cyber – Gresik Surabaya

Ketua RT. 05 Desa Putat Lor mengungkapkan kronologis pembuangan Limbah Cair yang terjadi di dalam pergudangan kosong, sehingga berdampak kepada warga.

Hartoyo menjelaskan, bahwa pembuangan Limbah Cair tersebut dilakukan Andre dan salah satu Oknum anggota Auri bernama Agus.

“Ketika hendak menghadiri undangan di balai desa, saya melihat Andre dan Agus masuk gudang dengan membawa mobil bermuatan Limbah Cair,” ujar Hartoyo saat dikonfirmasi di kediamannya, Rabu ( 11/11/2020 ) siang.

Kala itu, sambung Hartoyo, Andre tidak mengatakan jika yang disiramkan itu Limbah Cair, dan cuma bilang disuruh pihak Polres Gresik untuk menyiram agar debu Limbah Padat yang ada di dalam gudang kosong tidak berdampak ke pemukiman warga.

Setelah 2 kejadian itu, ada warga menegur dan mengatakan jika akibat air dari gudang tersebut, membuat pepohonan di belakang rumahnya mati.

“Ketika saya lihat memang ada genangan air berwarna orange, sehingga saya menghubungi pihak Kepolisian Resort Gresik,” jelasnya.

“Dan ternyata, petugas Polres Gresik juga menyatakan bahwa proses perbuatan melanggar hukum dengan membuang Limbah Padat dan Cair masih belum apa-apa. Karena masih mengumpulkan data,” tambah Hartoyo.

Mendengar ada Oknum anggota Auri bernama Agus pada saat pembuangan Limbah Cair di dalam gudang kosong di Desa Putat Lor dengan Andre, para wartawan yang tergabung dalam Team Zebra pada hari Senin ( 16/11/2020 ) siang melakukan konfirmasi melalui sambungan telepon seluler.

Kepada wartawan saat konfirmasi, Oknum anggota Auri Agus tidak mengakui dan tidak tau menahu tentang Limbah Cair yang dibuang di dalam gudang, serta tidak mengenal dengan yang namanya Andre.

“Mana bisa saya membawa Limbah itu, saya juga gak kenal sama Andre, pak. Cuma saya kenalnya sama Pak Gito, yang dulu kepegang karena narkoba. Saya juga gak pernah kontak-kontak,” ujarnya.

“Saya juga mendengar, jika saya katanya yang punya Limbah. Limbah dari mana yang saya bawa. Saya sejak bulan Maret sudah tidak bermain seperti itu, itupun pada waktu itu yang saya bawa Limbah Bottom Ash,” terang Agus.

Masih dikatakan Agus, memang dulu musuhnya banyak. Seperti yang di Mojokerto, dirinya tidak pernah buang kesana, dibilang buang Limbah disana.

“Aku gak kenal sama orang-orang itu pak. Saya sudah lama gak main Limbah pak, dan itupun Padat yang saya bawa dulu pada bulan Maret,” jelasnya.

Namun setelah dikonfirmasi mengenai pembuangan Limbah Cair di dalam gudang kosong di Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Agus mengatakan Istimewah.

“Tapi kalau Andre saya tidak kenal. Saya kenalnya sama Gito, tapi sudah lama tidak ketemu sejak ditangkap karena narkoba,” tutupnya. ( Sumbri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *