Sel. Des 1st, 2020

Liputan Cyber – Surabaya

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November 2020, Keluarga Besar Rakyat Surabaya ( KBRS ) Perjuangan mengadakan pagelaran upacara di Jembatan Merah Surabaya.

Pada acara tersebut, diikuti sejumlah elemen masyarakat yang ada di Kota Surabaya. Diantaranya Emak-Emak Wonder Woman, PAB, Taruna Merah Putih ( TMP ), SHC, Komunitas Pancing serta Forum Kalimas dan DKS.

Usai pelaksanaan upacara, seluruh peserta menaburkan bunga diatas Jembatan Merah sebagai bentuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Dimana ribuan nyawa Arek-Arek Suroboyo gugur, demi melawan Sekutu dan Belanda.

Hingga pada akhirnya, 2 Jenderal tewas dalam pertempuran sengit kala itu. Sehingga Surabaya mendapat gelar sebagai Kota Pahlawan, baik dari negara Republik Indonesia maupun Internasional.

Tabur bunga di makam Bung Tomo

Selain itu, KBRS Perjuangan juga melakukan tabur bunga di makam pahlawan Jl. Kusuma Bangsa dan ke makam Bung Tomo di Jl. Ngagel Surabaya. Dalam iring-iringan, diatas mobil komando terus dikumandangkan orasi sejarah perjuangan para pahlawan.

Sesekali mobil komando berhenti untuk memasang bendera merah putih ke tempat-tempat yang tidak mengibarkan bendera di Hari Pahlawan. Dengan harapan, agar membangkitkan semangat nasionalis masyarakat yang lahir di Surabaya maupun yang berusaha atau berbisnis di Surabaya.

Ketua KBRS Perjuangan Yanto Banteng di sela-sela acara mengatakan, sudah menjadi kewajiban sebagai putra putri generasi penerus bangsa untuk memperingati Hari Pahlawan.

“Karena tanpa perjuangan beliau-beliau tersebut, kita sampai sekarang pun akan terus di jajah,” ujar Cak Yanto Banteng.

Oleh karena itu, sangat disayangkan jika di Hari Pahlawan 10 November tahun 2020 ini, banyak masyarakat yang lalai maupun lupa atau sengaja melupakan sejarah perjuangan di Kota Surabaya. Sehingga tidak ada yang memperingatinya, minimal mengibarkan bendera merah putih di depan rumah maupun pertokoannya.

“Kalian sekarang hidup di Kota Surabaya tinggal enak-enakan cuman mencari uang, tapi tidak perduli dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November,” cetusnya. ( Syam )

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *