Rab. Des 2nd, 2020

Liputan Cyber – Gresik Surabaya

Kasus pembuangan berbagai macam Limbah B3 yang terjadi di Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, terkuak banyak fakta-fakta menarik.

Seperti yang diungkapkan Ketua RT. 05 Hartoyo saat dikonfirmasi media ini pada hari Rabu ( 11/11/2020 ) siang di kediamannya.

Hartoyo mengatakan, pertama di wawancara oleh media SBO TV, dirinya sempat dibisikin oleh Pak Edy agar hanya mengungkapkan Limbah Cair-nya saja. Sementara untuk Limbah Padat-nya tidak usah diomongkan.

“Katanya Pak Bejo ( orangnya Pak Edy-red ) harus diutarakan yang saya lihat. Jadi, utarakan semua Pak. Kemudian Pak Edy bilang biar tidak panjang,” ungkap Ketua RT. 05 memberikan keterangan.

Saat dipanggil oleh penyidik Polres Gresik, sambung Hartoyo, dirinya menceritakan kecurigaannya kepada penyidik, jika sewaktu diwawancarai tidak boleh mengungkapkan terkait Limbah Padat yang ada di dalam gudang.

“Penyidik Polres Gresik berinisial A tersebut langsung bilang, yo wong ngono iku seng pelakune pak ( ya orang itu pelakunya pak ). Jadi, saya taunya dari Polres kalau mereka pelaku pembuangan Limbah Padat di dalam gudang itu,” kenang Hartoyo ketika di periksa.

“Namun, berhubung saya tidak mempunyai bukti waktu Pak Edy berbisik itu, saya hanya diam saja. Dan saya juga disuruh hati-hati memberikan informasi maupun ada masukan dari Pak Edy serta kawan-kawan,” tambahnya.

Sedangkan Pak Edy saat dikonfirmasi kebenarannya melalui sambungan selulernya menyampaikan, bahwa itu informasi-informasi yang menyesatkan atau di goreng-goreng.

“Jadi gini bro, kita berfikir ya secara logika saja. Kita seorang jurnalis dan kita seorang aktivis, kita berfikir yang simpel-simpel saja. Saya turun kesana, saya pertama kali menginjakkan kakiku disana di hari itu. Saya tanggal 13 itu baru menginjakkan kakiku di situ,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Pak Edy, jika dirinya diinformasikan sama anggotanya itu mulai tanggal 30 Agustus. Disitu di amati, tak cari celah punya siapa dan dari mana. Begitu didesak terus dan dikirimin foto maupun video pohon-pohon yang mati, baru diputuskan untuk turun.

“Saya turun baru kali itu, tau juga baru kali itu. Jadi, saya turun ke situ berdasarkan laporan dari anggotaku terkait lahannya si Eko yang teraliri Limbah Cair,” jelentrehnya.

“Yang teralir Limbah Cair itu memang ada pohon yang mati. Akhirnya kita mengembangkan dari mana asal Limbah Cair itu, sehingga kita langsung ke gudang sebelah ( gudang futsal ). Namun, kita belum masuk ke gudang utama. Ternyata disitu ( gudang futsal ) juga teraliri juga,” tandasnya.

Setelah itu, Pak Bejo menghubungi Pak RT-nya untuk melihat ke dalam gudang utama. Sesampainya di pintu gerbang, dirinya bertanya kepada Pak RT, kenapa pohon ini kok mati.

“Jadi, aku menyikapi limbah cair itu. Otomatis terkena semua kan itu. Kalau sudah kita sikapi dari hulu ke hilir, otomatis kan kenak semua. Terus awal mula tercuat di publik awalnya kan saya yang turun, kenapa kok di goreng dan dihubung-hubungkan kalau saudara orangnya, kalau pekerjaan kan bukan,” terang Pak Edy.

“Kalau orang memakai nama saya, aku gak heran mas. Jangankan di dunia seperti itu, di dunia leasing maupun perbankan saja kalau ditanya punyaknya siapa, H. Edy, apalagi masalah kredit, selesai,” cetusnya.

“Jadi terkait saya bilangnya bisikin Pak RT itu tidak benar, saya tidak pernah menghalangi dia untuk mengungkapkan masalah limbah padat, coba di lihat Vidionya itu kan ada, pihak SBO TV menyebutkan limbah cair sama limbah padat kok,” ungkapnya. ( Sumbri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *