{"id":29639,"date":"2026-04-16T10:51:09","date_gmt":"2026-04-16T10:51:09","guid":{"rendered":"https:\/\/liputancyber.com\/?p=29639"},"modified":"2026-04-16T10:51:09","modified_gmt":"2026-04-16T10:51:09","slug":"skandal-peradilan-di-sampang-1-000-massa-kepung-pn-kasus-syamsul-diduga-sarat-kejanggalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputancyber.com\/?p=29639","title":{"rendered":"Skandal Peradilan di Sampang? 1.000 Massa Kepung PN, Kasus Syamsul Diduga Sarat Kejanggalan"},"content":{"rendered":"<p>Liputan Cyber || Sampang Jawa Timur<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-29640\" src=\"https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260416-WA0048-640x480.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"480\" srcset=\"https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260416-WA0048-640x480.jpg 640w, https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260416-WA0048-1280x960.jpg 1280w, https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260416-WA0048-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260416-WA0048-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/liputancyber.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260416-WA0048.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p>Aroma ketidakadilan menyeruak dari ruang sidang Pengadilan Negeri Sampang. Rabu (15\/4\/2026), sekitar 1.000 massa dari LBH Madas Sedarah turun ke jalan, mengepung kantor pengadilan dan mengguncang opini publik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Aksi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB itu bukan sekadar demonstrasi biasa. Ini adalah bentuk perlawanan terhadap dugaan cacatnya proses hukum dalam kasus yang menjerat Syamsul.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tim kuasa hukum Syamsul membongkar fakta yang dinilai janggal dan berpotensi mencederai keadilan. Salah satunya, tidak dihadirkannya saksi penting dalam persidangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kuasa hukum, Bung Taufik, secara tegas menyebut hal ini sebagai pelanggaran serius dalam proses peradilan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cBagaimana mungkin perkara diputus tanpa menghadirkan saksi kunci? Ini bukan sekadar kelalaian, tapi bisa disebut sebagai bentuk pengabaian terhadap prinsip keadilan,\u201d tegas Bung Taufik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurutnya, saksi yang dimaksud adalah pihak yang memiliki barang bukti utama berupa sepeda\u2014yang justru tidak pernah dihadirkan di ruang sidang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Putusan Dipertanyakan, Banding Resmi Diajukan<\/p>\n<p>Merasa proses hukum berjalan timpang, tim kuasa hukum langsung mengambil langkah hukum lanjutan dengan mengajukan banding.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Langkah ini dinilai sebagai upaya terakhir untuk mengoreksi dugaan kekeliruan majelis hakim dalam menjatuhkan putusan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKami sudah ajukan banding. Ini bukan hanya soal klien kami, tapi soal wajah keadilan di Sampang,\u201d lanjut Taufik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam pernyataan yang menyulut perhatian, Taufik melontarkan kritik tajam terhadap lembaga peradilan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKalau seperti ini, pantas dipertanyakan\u2014apakah keadilan di Sampang sudah mati? Hakim disebut wakil Tuhan, tapi putusan seperti ini melukai rasa keadilan rakyat,\u201d ucapnya lantang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia bahkan menyerukan agar para hakim yang menangani perkara ini melakukan introspeksi mendalam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Aksi ini juga menyinggung dugaan pelanggaran terhadap prinsip dasar hukum yang dijamin dalam konstitusi :<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u2022 Pasal 28D ayat (1) UUD 1945:<\/p>\n<p>Menjamin setiap warga negara mendapatkan kepastian hukum yang adil.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u2022 Pasal 24 ayat (1) UUD 1945:<\/p>\n<p>Menegaskan kekuasaan kehakiman harus independen dan berorientasi pada keadilan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kuasa hukum menilai, fakta persidangan yang tidak menghadirkan saksi kunci berpotensi melanggar prinsip tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Meski jumlah massa besar dan isu yang diangkat sangat sensitif, aksi berlangsung tertib. Tidak ada kericuhan, tidak ada tindakan anarkis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Koordinator Nasional Madas Sedarah, H. Dofir, bersama Wakil Sekretaris Umum, H. Aziz, memegang kendali penuh jalannya aksi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKami turun untuk keadilan, bukan untuk membuat kerusuhan. Semua anggota kami instruksikan menjaga kondusivitas,\u201d ujar H. Dofir.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hingga aksi berakhir, massa membubarkan diri secara damai\u2014namun meninggalkan pesan keras bagi aparat penegak hukum.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kasus ini kini tidak lagi sekadar perkara hukum biasa. Publik mulai mempertanyakan:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u2022 Mengapa saksi kunci tidak dihadirkan?<\/p>\n<p>\u2022 Apakah ada kelalaian atau sesuatu yang lebih serius?<\/p>\n<p>\u2022 Apakah putusan sudah benar-benar objektif?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tekanan publik terus meningkat. Jika tidak ada transparansi, bukan tidak mungkin kasus ini akan berkembang menjadi isu hukum yang lebih besar di tingkat regional bahkan nasional.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kasus Syamsul kini menjadi ujian nyata bagi integritas sistem peradilan di Sampang. Apakah hukum benar-benar berdiri di atas keadilan, atau justru tunduk pada kelemahan prosedur?<\/p>\n<p>Jawabannya kini ditunggu publik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Satu hal yang pasti\u2014gelombang perlawanan sudah dimulai. Dan sorotan tajam tidak akan berhenti sampai keadilan benar-benar ditegakkan.(Arifin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Liputan Cyber || Sampang Jawa Timur Aroma ketidakadilan menyeruak dari ruang sidang Pengadilan Negeri Sampang. Rabu (15\/4\/2026), sekitar 1.000 massa dari LBH Madas Sedarah turun ke jalan, mengepung kantor pengadilan dan mengguncang opini publik. &nbsp; Aksi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB itu bukan sekadar demonstrasi biasa. Ini adalah bentuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":29640,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[83,95,1185],"tags":[],"class_list":["post-29639","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jawa-timur","category-kabupaten-sampang","category-news-trending"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29639","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29639"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29639\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29641,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29639\/revisions\/29641"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputancyber.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}